RADARSUMEDANG.id, KOTA — Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati menyampaikan, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang menyambut baik rencana investasi Garudafood yakni, kerja sama pengembangan komoditas kacang tanah.
Dikatakan Tuti, Garudafood siap mengembangkan sentra kacang tanah sebagai bentuk penguatan sektor pertanian berbasis kemitraan industri.
Menurutnya, kerjasama ini disebut-sebut mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat.
“Insya Allah sebagaimana yang disampaikan pada rapat bersama Garudafood beberapa hari lalu, kerja sama tersebut tidak hanya berorientasi pada produksi. Akan tetapi juga membangun ekosistem pertanian yang berkelanjutan, termasuk penguatan hilirisasi serta kemitraan antara perusahaan dengan petani lokal,” kata Sekda Tuti saat dikonfirmasi sejumlah awak media, Rabu (18/2/2026).
Lanjut dia, kerja sama ini diharapkan mampu menekan angka kemiskinan dan pengangguran, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui penciptaan pasar yang jelas dan pendampingan berkelanjutan.
“Kami Pemerintah Daesah Kabupaten Sumedang akan berperan sebagai fasilitator yang menjembatani kerja sama antara Garudafood dengan kelompok tani. Termasuk dalam hal penyediaan dukungan kebijakan, pendampingan, serta kesiapan lahan yang disesuaikan dengan potensi wilayah,” terang Tuti.
Sementara itu, Direktur Farming Rudy Brigianto mewakili dari pihak PT. Garudafood Putra Putri Jaya Tbk menjelaskan, Sumedang memiliki potensi besar untuk pengembangan komoditas kacang tanah sebagai bahan baku utama produk unggulan mereka, seperti Kacang Garuda dan Kacang Rosta.
“Perusahaan menilai peluang tersebut sangat strategis mengingat saat ini sekitar 95 persen kebutuhan bahan baku kacang tanah masih berasal dari impor, padahal potensi produksi dalam negeri dinilai mampu memenuhi kebutuhan industri,” ujar Rudy.
Dalam skema kerja sama ini, kata dia, Garudafood akan berperan sebagai offtaker atau penyerap hasil panen petani, sekaligus memberikan pendampingan teknis budidaya, penyediaan bibit unggul, monitoring produksi, hingga penetapan harga pengaman guna melindungi petani dari fluktuasi harga pasar.
Rudy menambahkan, hasil survei sementara menunjukkan sejumlah wilayah di Sumedang memiliki potensi lahan yang cukup baik untuk pengembangan komoditas kacang tanah. Meski masih diperlukan peningkatan kapasitas petani dan penguatan sarana prasarana pendukung.
“Perusahaan berkomitmen menjamin penyerapan hasil panen petani dalam jangka waktu lima hingga enam tahun melalui pola kemitraan yang terstruktur,” jelas Rudy. (jim)





