Kasus Tewasnya Pemuda Asal Baginda saat COD: Polisi Temukan Luka Tembak di Kepala Juanda

oleh
OLAH TKP : Polisi olah TKP pembunuhan di Desa Margamukti, Minggu (22/2). Hasil olah TKP, ditemukan luka tusuk dan tembakan air soft gun di kepala korban.

RADARSUMEDANG.id, KOTA – Satreskrim Polres Sumedang tengah menyelidiki kasus ditemukannya seorang pria yang meninggal dunia di Dusun Bojong Gawul RT 02/03, Desa Girimukti, Kecamatan Sumedang Utara, pada Minggu (22/2).

Korban diketahui bernama Juanda, seorang wiraswasta yang sehari-hari menjalankan transaksi jual beli handphone secara COD (Cash on Delivery). Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan sejumlah luka di tubuhnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sumedang, AKP Tanwin Nopiansah, mengungkapkan bahwa dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pihaknya menemukan beberapa luka tusuk serta luka tembakan airsoft gun pada tubuh korban.

“Setelah kami melakukan olah TKP, ada beberapa luka tusuk, luka tusuk di dada sebelah kiri, di kepala ada bekas tembakan airsoft gun, di mana peluru masih menempel,” ujar Tanwin, Minggu (22/2) siang.

Menurutnya, luka-luka tersebut diduga kuat menjadi penyebab kematian korban. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat kehabisan darah.

Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa sedikitnya 15 saksi, termasuk istri korban, keluarga, serta sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi saat korban ditemukan.

“Kami sudah memeriksa kurang lebih 15 saksi, termasuk dari keluarga korban sendiri, istri korban, dan saksi-saksi yang mengetahui keberadaan korban di TKP,” katanya.

Tanwin menjelaskan, berdasarkan keterangan istri korban, Juanda pada pagi hari setelah sahur berpamitan untuk melakukan transaksi penjualan handphone secara COD. Namun nahas, korban kemudian ditemukan meninggal dunia secara tidak wajar.

“Kami mendapatkan informasi bahwa korban ini adalah penjual handphone. Dari istri korban, tadi pagi setelah sahur korban akan menjual handphone secara COD. Kemungkinan ini adalah korban dari pencurian dengan kekerasan,” ucapnya.

Pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa tersebut. Polisi juga mengimbau masyarakat, khususnya warga Sumedang, untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.

“Kami mohon doa dari masyarakat Sumedang khususnya, semoga kasus ini cepat diungkap oleh Polres Sumedang,” tuturnya. (gun)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.