RADARSUMEDANG.id — Kawasan industri baru di wilayah timur Kabupaten Sumedang mulai menunjukkan geliat pertumbuhan.
Komisi II DPRD Kabupaten Sumedang pun melakukan pengawasan langsung terhadap perkembangan investasi, khususnya di sekitar Desa Sakurjaya, Kecamatan Ujungjaya.
Ketua Komisi II DPRD Sumedang dari Fraksi Partai Gerindra, Ai Rohmawati, mengatakan kawasan Sumedang Timur kini mulai berkembang sebagai titik baru penanaman modal. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kegiatan investasi di PT Gudang Mas Bersama.
“Kami melaksanakan fungsi pengawasan terhadap kegiatan penanaman modal, termasuk ke PT Gudang Mas Bersama. Ini merupakan bagian dari tugas Komisi II dalam memastikan perkembangan investasi berjalan sesuai ketentuan,” kata Ai Rohmawati dalam keterangan persnya, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, pengawasan tersebut dilakukan bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) guna memantau laporan kegiatan penanaman modal sekaligus memastikan dampaknya bagi daerah.
Ia menuturkan, kawasan industri di Sumedang Timur memiliki potensi besar sebagai pintu masuk investor untuk menanamkan modal di Kabupaten Sumedang.
Di Desa Sakurjaya, misalnya, telah berkembang kawasan yang dikenal dengan JKI, di mana sejumlah pabrik mulai berdiri.
“Setelah kami lihat langsung, di Sakurjaya sudah ada kawasan industri yang dinamakan JKI dan beberapa pabrik sudah mulai beroperasi. Ini menunjukkan bahwa kawasan Sumedang Timur mulai dilirik investor,” ucapnya.
Ai berharap keberadaan kawasan industri tersebut dapat terus ditingkatkan dan dikembangkan.
Ia menilai, wilayah yang dikenal dengan sebutan Butom (Buahdua, Ujungjaya, Tomo) memiliki potensi strategis untuk menjadi sentra industri baru di Sumedang.
“Kami berharap kawasan ini bisa menjadi pintu masuk investor. Apalagi sudah dibangun koloni industri tersendiri. Ke depan, kami ingin lebih banyak investor melirik potensi kawasan Butom,” sebut Ai Rohmawati.
Menurutnya, pertumbuhan kawasan industri tidak hanya berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga membuka akses lapangan pekerjaan bagi masyarakat, baik tenaga kerja lokal maupun dari luar daerah.
“Kami akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar perkembangan investasi di kawasan Sumedang Timur berjalan optimal, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Sumedang,” katanya. (jim)







