Oleh: H Ridwan Solichin, SIP, MSi
(Ketua MPW PKS Jawa Barat)
RADARSUMEDANG.id — Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang masih memberikan kita kesempatan berjumpa dengan bulan Ramadan. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Bisa bertemu dengan Ramadan adalah nikmat yang luar biasa. Tidak semua orang diberi kesempatan. Ada yang tahun lalu masih bersama kita, tetapi tahun ini sudah kembali kepada Allah. Maka ketika kita masih diberi umur, masih bisa berpuasa, masih bisa berdiri dalam salat malam, itu adalah tanda kasih sayang Allah.
Ramadan bukan bulan biasa. Ia adalah penghulu segala bulan, karena di dalamnya diturunkan Al-Qur’an. Dan di dalamnya pula terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar.
Mengapa Lailatul Qadar begitu mulia? Karena pada malam itulah Al-Qur’an diturunkan. Artinya, kemuliaan Ramadan terletak pada Al-Qur’an. Maka siapa yang ingin hidupnya mulia, dekatlah dengan Al-Qur’an.
Ketika kita membaca Al-Qur’an, sejatinya kita sedang mengulang firman Allah. Seakan-akan kita sedang mendengar langsung kalam-Nya. Maka jangan biarkan Ramadan berlalu tanpa kedekatan dengan Al-Qur’an.
Belajar dari Malaikat dalam Beribadah
Jamaah sekalian, Allah menciptakan malaikat sebagai makhluk yang tidak pernah bermaksiat dan tidak pernah lelah beribadah. Mereka bertasbih siang dan malam tanpa henti.
Di Baitul Ma’mur, setiap hari 70 ribu malaikat masuk untuk beribadah dan tidak kembali lagi. Betapa banyaknya malaikat yang terus tunduk dan patuh kepada Allah.
Kalau malaikat saja tidak pernah futur dalam ibadah, maka kita yang diberi kesempatan hidup di bulan Ramadan seharusnya lebih bersemangat. Jangan sampai awal Ramadan penuh semangat, tetapi di pertengahan dan akhir mulai melemah.
Ramadan dan Pembebasan dari Api Neraka
Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap malam di bulan Ramadan, Allah membebaskan hamba-hamba-Nya dari api neraka.
Setiap malam ada pembebasan. Pertanyaannya: apakah kita termasuk yang dibebaskan?
Maka perbanyak doa:
“Allahumma ajirna minan nar”
Ya Allah, selamatkan kami dari api neraka.
Jangan sia-siakan kesempatan emas ini. Ramadan adalah momentum memperbaiki diri, memperbanyak taubat, memperbanyak istighfar.
Komitmen pada Kewajiban dan Semangat Amalan Sunnah
Ada kisah seorang sahabat yang berkata kepada Rasulullah SAW bahwa ia hanya akan menjalankan yang wajib: salat lima waktu, puasa Ramadan, zakat, dan haji. Ia tidak menambah dan tidak mengurangi. Rasulullah bersabda bahwa jika ia jujur dan konsisten, ia akan masuk surga.
Artinya, menjalankan kewajiban dengan benar sudah menjadi jalan menuju surga.
Tetapi, surga memiliki tingkatan. Kalau kita ingin derajat tertinggi, yaitu Surga Firdaus, maka jangan hanya berhenti pada yang wajib. Tambahkan dengan yang sunnah.
Kalau kita berdoa, mintalah yang terbaik. Mintalah Surga Firdaus.
Tanda Hamba yang Dicintai Allah
Dalam sebuah hadis disebutkan, jika Allah mencintai seorang hamba, Allah memanggil Jibril dan berkata bahwa Allah mencintai si fulan, maka cintailah dia. Lalu Jibril mencintainya dan mengumumkan kepada para malaikat agar mencintainya. Kemudian Allah jadikan ia dicintai oleh penduduk bumi.
Siapakah hamba yang dicintai Allah itu?
-
Ibadahnya terjaga
-
Akhlaknya baik
-
Amanah
-
Peduli kepada sesama
Orang yang dicintai Allah itu kehadirannya membawa ketenangan. Ia tidak menyakiti, tidak menipu, tidak berkhianat. Justru ia menjadi penolong bagi orang lain.
Ramadan seharusnya melatih kita menjadi pribadi seperti itu.
Puasa dan Tanggung Jawab
Bagi saudari-saudari kita yang tidak berpuasa karena haid, jangan khawatir. Islam itu mudah. Puasa bisa diganti setelah Ramadan. Qadha bisa dilakukan hingga sebelum Ramadan berikutnya.
Puasa enam hari Syawal boleh didahulukan karena waktunya terbatas, sedangkan qadha masih panjang waktunya.
Yang penting adalah tanggung jawab kita untuk menyempurnakan ibadah.
Jamaah yang dimuliakan Allah, Ramadan adalah bulan perubahan. Jangan biarkan ia lewat begitu saja. Jadikan Ramadan sebagai titik balik kehidupan kita:
-
Lebih dekat dengan Al-Qur’an
-
Lebih rajin salat
-
Lebih peduli kepada sesama
-
Lebih sungguh-sungguh dalam taubat
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang dibebaskan dari api neraka.
Semoga Allah memuliakan kita dengan Al-Qur’an.
Semoga Allah masukkan kita ke dalam Surga Firdaus tanpa hisab.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin. (*)






