- Bocah pemulung bernama Fikri (4) yang viral di media sosial akhirnya dipertemukan kembali dengan ibu kandungnya.
- Fikri sebelumnya terekam memulung barang bekas di kawasan Cakung, Jakarta Timur.
- Polres Metro Jakarta Timur bersama Dinas Sosial melakukan penanganan dan memfasilitasi pemulangan anak ke Sumedang.
- Fikri dan adiknya selama ini tinggal bersama kakek dan neneknya karena orang tuanya telah bercerai dan ayahnya sedang dipenjara.
- Kedua anak tersebut akan dibantu pengurusan dokumen kependudukan dan direncanakan mengikuti program Sekolah Rakyat.
RADARSUMEDANG.id, KOTA – Kisah seorang bocah laki-laki berusia empat tahun yang viral di media sosial karena memulung barang bekas di kawasan Cakung, Jakarta Timur, akhirnya mendapat perhatian aparat kepolisian dan instansi terkait.
Bocah bernama Fikri (4) tersebut sebelumnya terekam dalam sebuah video saat membawa karung dan memulung barang bekas. Dalam video yang beredar luas di berbagai platform media sosial, Fikri sempat ditanyai oleh seorang sopir truk mengenai aktivitasnya.
Diketahui, Fikri selama ini tinggal bersama adiknya, Noval (3), di rumah kakek dan neneknya di kawasan permukiman kumuh di Cakung. Ayah kedua anak tersebut saat ini sedang menjalani hukuman penjara di Polres Bekasi Kota karena terjerat kasus hukum.
Sementara itu, ibu mereka, Sri Listiawati (23), diketahui telah menikah kembali dan tinggal di Kecamatan Cibugel, Kabupaten Sumedang.
Mengetahui kasus tersebut viral, Polres Metro Jakarta Timur bersama Suku Dinas Sosial DKI Jakarta langsung melakukan penanganan dengan mendatangi kediaman anak tersebut untuk melakukan home visit. Dari hasil penanganan tersebut, kedua anak akhirnya diputuskan untuk dikembalikan kepada ibu kandungnya.
Dengan difasilitasi Polres Sumedang, kedua anak tersebut kemudian diantar dan tiba di Polres Sumedang untuk dipertemukan kembali dengan ibunya pada Kamis (12/3) malam.
Kapolres Sumedang, AKBP Sandityo Mahardika, mengatakan kisah kedua anak tersebut menjadi perhatian setelah viral di media sosial sehingga pihak kepolisian segera melakukan penanganan bersama instansi terkait.
“Kisahnya viral dan ditangani oleh kami dari Polri, khususnya di Jakarta Timur, dan malam ini sudah diantar ke Sumedang,” ujarnya.
Sandityo membenarkan bahwa ayah kedua anak tersebut saat ini sedang menjalani hukuman penjara karena terlibat kasus hukum. Selama ini, kedua anak tersebut tinggal bersama kakek dan neneknya tanpa pengawasan langsung dari orang tua.
“Anaknya tinggal bersama kakek dan neneknya tanpa pengawasan orang tua, sehingga dikembalikan ke Sumedang untuk dipertemukan dengan ibunya. Mereka empat bersaudara. Orang tuanya bercerai, dua anak ikut ayahnya dan dua anak ikut ibunya,” katanya.
Selain mendapat pemantauan dari Polres Sumedang dan Dinas Sosial, kedua anak tersebut juga akan dibantu dalam pengurusan dokumen kependudukan yang selama ini belum dimiliki, seperti akta kelahiran dan pencatatan dalam Kartu Keluarga.
Selanjutnya, kedua anak tersebut direncanakan akan didaftarkan untuk mengikuti program Sekolah Rakyat dari pemerintah pusat.
“Anaknya pintar, sayang kalau tidak disekolahkan. Rencananya akan kita masukkan ke Sekolah Rakyat yang memang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” tuturnya.
Petugas Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Dona Susanti, menjelaskan selama tinggal bersama neneknya, Fikri terkadang ikut memulung barang bekas, namun bukan karena paksaan.
“Kadang-kadang saja memulung. Melihat neneknya memulung, dia ikut. Kalau dibilang jangan ke mana-mana juga nurut. Setelah videonya viral pada hari Senin, kami langsung melakukan home visit ke rumahnya,” katanya.
Fikri dan adiknya telah tinggal bersama kakek dan neneknya selama dua tahun terakhir sejak kedua orang tua mereka bercerai. Selain itu, sejak lahir keduanya juga belum memiliki dokumen kependudukan karena proses kelahiran tidak dilakukan di fasilitas kesehatan.
“Untuk memasukkan ke sekolah tentu membutuhkan dokumen. Waktu lahir tidak di rumah sakit, jadi belum sempat diurus,” ujarnya.
Sementara itu, sang ibu, Sri Listiawati, mengaku sangat senang akhirnya bisa kembali bertemu dan memeluk kedua anaknya setelah sekian lama terpisah. Sri mengaku awalnya tidak mengetahui buah hatinya itu memulung sampah.
“Saya dikasih tahu sama bibinya, tahu-tahu sudah viral. Tidak tahu kalau dia sampai mencari rongsok. Saya juga sempat diberi tahu oleh keluarga mantan suami kalau dia dipenjara sekitar dua tahun setengah. Masuk penjaranya baru-baru ini setelah sidang,” ungkap Sri.
Sri menjelaskan selama ini kedua anaknya memang dirawat oleh mantan suaminya. Namun setelah ia kembali berkeluarga dan mengurus dua anak lainnya, ia tidak sempat menjenguk kedua anaknya yang tinggal bersama kakek dan neneknya karena keterbatasan ekonomi.
Meski demikian, Sri bersyukur kini kedua anaknya bisa kembali bersamanya dan mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.
“Tentunya senang, buat pendidikannya, buat masa depannya juga,” tuturnya.
(gun)






