Tepang Taun Kabuanaan ke-4 di Cimande Bahas Penyerahan Mandat Patanjala

oleh

RADARSUMEDANG.id, CIMANGGUNG – Sekitar 150 incu putu dari berbagai pangauban daerah aliran sungai (DAS) mengikuti pertemuan atau sawala dalam rangka Tepang Taun Kabuanaan ke-4 di Bale Gede Gunung Masigit Kareumbi, Cimande, Desa Sindangpakuon, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Sabtu (28/2).

Pertemuan tersebut membahas persiapan pelaksanaan Tepang Taun Laku Patanjala Kabuanaan yang direncanakan berlangsung pada akhir Ramadan tahun ini.

Selain itu, forum juga membicarakan rencana penyerahan mandat Kabuanaan dari Pangauban Citarum kepada Pangauban Cimandiri.

Peserta yang hadir berasal dari sejumlah wilayah DAS, di antaranya Cimanuk, Citarum, Cimandiri, Ciliwung, Cisanggarung, Ciwulan hingga Citanduy. Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah akademisi serta undangan lainnya.

Ketua Baresan Incu Putu Pangauban (BIPP) Anwar Maulana menjelaskan bahwa BIPP merupakan organisasi kemasyarakatan yang menaungi incu putu di berbagai wilayah pangauban atau daerah aliran sungai.

“BIPP bukan yayasan, tetapi organisasi yang menaungi incu putu di masing-masing pangauban atau daerah aliran sungai seperti Cimanuk, Citarum, Cisanggarung, dan Cimandiri,” ujarnya.

Menurut Anwar, kegiatan Laku Darma Patanjala Kabuanaan merupakan kelanjutan dari mandat yang sebelumnya dipegang oleh Pangauban Cimanuk dan kemudian dilanjutkan oleh Pangauban Citarum.

“Sekarang memasuki Seren Taun kedua dalam tahapan Naratas tahun keempat selama di Pangauban Citarum. Karena sudah waktunya, mandat ini nantinya akan diserahkan kembali kepada karamaan untuk dilanjutkan oleh wilayah berikutnya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Seren Taun Kabuanaan Dadan Rahadian mengatakan pertemuan tersebut juga menjadi momentum evaluasi perjalanan mandat yang telah dijalankan oleh Pangauban Citarum sejak menerima amanah dari Pangauban Cimanuk pada 2019.

“Ini merupakan Seren Taun kedua dalam perjalanan Naratas tahun keempat sejak mandat diterima dari Cimanuk. Dalam momentum ini juga akan dilakukan penyerahan mandat dari Citarum kepada Cimandiri,” ujar Dadan.

Ia menambahkan, selama menjalankan mandat tersebut pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan riset serta sosialisasi konsep Kabuanaan ke sejumlah daerah, termasuk di luar Pulau Jawa.

“Kami sudah melakukan sosialisasi ke beberapa wilayah seperti Aisesa di NTT, Maros di Sulawesi, dan Kuranji di Padang,” katanya.

Setelah mandat tersebut diserahkan kepada Pangauban Cimandiri, lanjut Dadan, Pangauban Citarum akan kembali fokus melakukan pengorganisasian incu putu di wilayah DAS Citarum dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, konsep Patanjala merupakan gerakan masyarakat dalam memelihara lingkungan berbasis kearifan budaya yang berlandaskan pada wilayah daerah aliran sungai. Dalam praktiknya, kegiatan ini mencakup Laku Kasaliraan, Laku Kanagaraan, dan Laku Kabuanaan.

Dadan berharap nilai-nilai kearifan budaya Patanjala dapat terus disosialisasikan kepada masyarakat luas sehingga semakin banyak pihak yang terlibat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Harapan kami masyarakat semakin sadar dan aktif menjadi incu putu yang menjaga bumi dan lingkungannya,” tuturnya.(tha)

No More Posts Available.

No more pages to load.