RADARSUMEDANG.id — Kawasan Taman Endog dan sekitarnya kembali menajdi spot untuk berjualan bunga-bunga sedap malam.
Seluruh trotoar seolah menjadi panggung mewah bak hiburan pesta pernikahan gratis di jalanan lantaran dihiasi berbagai macam bunga juga tangkai sedap malam.
Dari kejauhan, pandangan mata langsung tertarik pada warna-warni yang terpajang rapi, mulai dari putih kemilau sedap malam, merah muda lembut baby asher, hingga warna klasik mawar yang selalu menjadi bunga favorit. Selain itu ada juga juga bunga tipa, glentini, dan kalimero.
Momentum ini bisa terjadi menjelang IdulFitri di Sumedang sehingga kawasan ini dari tahun ke tahun menjadi kawasan dengan tingkat transaksi keuangan terpadat menjelang Hari Raya IdulFitri.
Salah seorang penjual bunga sedap malam, Firman Hermana (32) asal Lembang mengatakan dirinya telah berjualan selama 5 hari penuh, bahkan buka 24 jam non-stop jelang Hari Raya Idul Fitri.
“Setiap tahun saya pasti datang ke Sumedang. Kali ini mulai dari Senin kemarin mudah-mudahan stok bisa habis sebelum malam takbir,” kata Firman disela-sela kesibukanya menyusun buket bunga.
Diakui Firman, setiap tahun Taman Endog Jadi Lebih Indah dengan Warna-warni Bunga, sehingga terlihat lebih hidup, dikelilingi ragam bunga dengan aroma yang menyegarkan.
Adapun bunga yang paling best seller adalah bunga mawar memang yang paling banyak dicari secara umum. Meskipun di lokasi ini buket bunga dan sedap malam yang paling laris.
Selain itu memenuhi kebutuhan berbagai kalangan, Firman menyajikan pilihan cara pembelian yang fleksibel.
Warga bisa membeli bunga per batangan, dalam bentuk bunga tabur, atau buket yang sudah dikemas dengan rapi sesuai permintaan.
“Kisaran harganya mulai dari Rp10 ribu hingga Rp40 ribu. Semua orang berhak mendapatkan bunga cantik untuk merias rumah atau sebagai hadiah jelang lebaran,” ujar Firman.
Firman juga mengungkapan, bahwa semua bunga itu berasal dari Lembang-Bandung, khususnya daerah Pisawa. Mengingat dirinya merupakan warga Kampung Cipersing Desa Jabudipa, Lembang.
Di sana merupakan daerah yang dikenal sebagai pusat penghasil bunga dengan jenis yang beragam.
“Banyak pedagang bunga di sini dari Lembang juga, kita semua kenal satu sama lain. Lembang memang punya banyak jenis bunga yang baik kualitasnya,” ungkap Firman.
Meski demikian dikatakan Firman, ada tantangan yang dihadapi dalam berjualan bunga, terutama di musim kemarau yang membuat suhu udara cukup panas. Menurut Firman, kendala utama adalah bunga yang mudah layu jika terkena sinar matahari secara langsung.
“Kalau kepanasan, bunga cepat layu. Jadi saya harus benar-benar memperhatikanya kalau sudah terlalu terik, saya siram dulu sampai tidak panas lagi baru pajang kembali di depan,” katanya. (jim)






