RADARSUMEDANG.id — Udara sejuk seperti biasanya menyelimuti kawasan Curug Ciputrawangi (Conggeang), menghadirkan ketenangan yang sulit ditemukan di tengah hiruk-pikuk kota, terlebih saat libur Lebaran.
Suara gemericik air jatuh dari ketinggian berpadu dengan tawa keluarga yang mengalun pelan di antara pepohonan.
Di saat sebagian orang memilih menghabiskan waktu dengan silaturahmi dari rumah ke rumah atau memadati pusat perbelanjaan, sejumlah warga justru mengambil jalan berbeda: menepi ke alam.
Seperti yang dilakukan Beni Wisber (59), warga Cengkareng, Jakarta Barat. Bersama delapan anggota keluarga dan rekannya, ia memilih berkemah di kaki Gunung Tampomas, tepatnya di kawasan Curug Ciputrawangi, Sumedang.
Perjalanan lima jam dari Jakarta yang diwarnai kemacetan tak menyurutkan semangatnya. Sesampainya di lokasi, rasa lelah seolah terbayar lunas oleh suasana yang disuguhkan alam.
“Sebenarnya jujur aja sih, saya tahu tempat ini dari Google Maps dan YouTube. Dulu pernah ke sini sekali, sekarang jadi ingin kembali,” ujar Beni, Senin (23/03/2026), sambil menikmati waktu santai bersama keluarga.
Tenda sederhana yang didirikannya menjadi saksi kebersamaan yang hangat. Tak ada agenda khusus, hanya aktivitas ringan seperti memasak, makan bersama, hingga bercengkrama yang justru menjadi momen paling berharga.
“Di sini itu rasanya beda. Nggak terlalu dingin seperti di Lembang, tapi tetap sejuk. Ada curug, ada kantin juga. Jadi nyaman untuk keluarga,” ucap Beni.
Awalnya, Beni hanya berencana menginap dua malam. Namun, suasana yang menenangkan membuatnya mempertimbangkan untuk memperpanjang masa tinggal.
Baginya, pengalaman paling berkesan bukan hanya pemandangan, tetapi juga suara alam yang menenangkan serta fasilitas yang cukup lengkap, mulai dari area mandi, gazebo, hingga wahana air sederhana yang membuat tempat ini terasa ramah untuk semua usia.
Tak hanya itu, ia juga baru mengetahui adanya jalur pendakian menuju Gunung Tampomas dari kawasan tersebut, sebuah rencana petualangan berikutnya yang sudah mulai terbayang.
“Saya jadi penasaran ingin coba naik gunungnya nanti. Kayaknya cocok bagi saya yang pemula,” sebut Beni.
Di balik meningkatnya minat wisatawan, pengelola setempat pun merasakan dampaknya. Adang (31), petugas tiket Curug Ciputrawangi, menyebutkan bahwa jumlah pengunjung selama libur Lebaran tahun ini mengalami lonjakan.
“Akses kendaraan sekarang sudah lebih mudah sehingga mobil bisa langsung sampai ke lokasi. Itu sangat membantu meningkatkan kunjungan,” ungkap Adang.
Dengan harga tiket masuk yang terjangkau, hanya Rp5.000 per orang, kawasan ini menjadi alternatif wisata yang ramah di kantong. Ditambah fasilitas seperti musala, bendungan untuk berenang, hingga kantin sederhana, membuat pengunjung betah berlama-lama.
“Mayoritas wisatawan datang dari wilayah sekitar seperti Indramayu, Subang, dan Sumedang. Namun, tak sedikit pula yang rela menempuh perjalanan jauh dari Jakarta demi merasakan suasana berbeda di hari Lebaran,” katanya.
Sebagai informasi, Curug Ciputrawangi terletak di Desa Narimbang, Kecamatan Conggeang. Lokasinya tepat di kaki Gunung Tampomas yang dikelilingi hutan pinus.
Air terjun setinggi sekitar 7 meter ini bersumber dari mata air alami, menghadirkan aliran yang jernih dan sejuk.
Untuk mencapai lokasi air terjun, pengunjung perlu berjalan kaki sekitar 400 meter dari pintu masuk. Meski jalurnya sedikit menanjak, suasana alam yang asri menjadi daya tarik tersendiri.
Didukung fasilitas seperti musala, kantin, dan area camping, Curug Ciputrawangi menjadi pilihan wisata alam yang sederhana namun nyaman, terutama saat libur panjang seperti Lebaran. (jim)







