Ojol Jatinangor Demo di Depan Rektorat Unpad, Akses Kampus Dibuka Sementara

oleh

RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) yang biasa beroperasi di wilayah Jatinangor menggelar aksi di depan Gedung Rektorat Universitas Padjadjaran (Unpad), Jatinangor.

Aksi tersebut dipicu kekhawatiran penutupan akses masuk kampus dan rekayasa lalu lintas yang dinilai memberatkan pengemudi.

Salah seorang peserta aksi, Yudi, mengatakan unjuk rasa yang dilakukan berujung pada solusi sementara yang dapat diterima bersama. Ia menyebutkan akses melalui gate system Tugu Makalangan yang sempat dikhawatirkan ditutup permanen, kini kembali dibuka.

“Alhamdulillah ada solusi. Akses Tugu Makalangan dibuka kembali,” ujar Yudi.

Selain itu, akses jalan di putaran Pangkalan Damri (Pangdam) lama juga kembali dibuka setelah sebelumnya dipasang separator beton. Pembukaan tersebut merupakan hasil koordinasi antara Dinas Perhubungan (Dishub) Sumedang dan Polsek Jatinangor, dengan catatan tidak ada lagi pelanggaran di lokasi tersebut.

Yudi mengungkapkan, para pengemudi ojol keberatan jika akses ditutup karena berdampak pada jarak tempuh yang semakin jauh. Terlebih, titik jemput di dalam kampus cukup sulit dijangkau jika harus memutar melalui jalur lain.

“Kalau harus memutar ke Sabusu lalu ke pintu B Unpad dekat Taman Loji, itu sangat memberatkan. Apalagi tarif dekat hanya sekitar Rp8 ribu,” katanya.

Ia menambahkan, sebelumnya terdapat kekhawatiran penutupan permanen mengingat tingginya angka kecelakaan di kawasan Pangdam lama. Namun, para pengemudi juga berharap adanya petugas yang berjaga untuk mengatur lalu lintas jika akses tetap dibuka.

Sementara itu, Kepala Dishub Kabupaten Sumedang, Herman Suwandi, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas dilakukan demi keselamatan pengguna jalan.

Menurutnya, putaran di Pangdam lama kerap menjadi titik pelanggaran karena pengendara memotong arus untuk mempercepat perjalanan.

“Dari situ sering terjadi kecelakaan bahkan sampai menimbulkan korban jiwa. Maka kami lakukan penutupan untuk meminimalisir risiko dan menjaga keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.

Namun demikian, pihaknya membuka kembali akses tersebut untuk sementara waktu selama lima hari ke depan guna dilakukan evaluasi.

“Kita buka dulu lima hari untuk dianalisis. Kalau masih ada pelanggaran seperti memotong arus, maka akan kami tutup kembali,” tegas Herman.

Berdasarkan informasi resmi Unpad, pengaturan akses kendaraan di lingkungan kampus kini menggunakan sistem pemindaian QR Code melalui aplikasi SAUnpad. Kendaraan roda dua masuk melalui Gerbang A, sedangkan roda empat melalui Gerbang D (Tugu Makalangan).
Seluruh kendaraan dapat keluar melalui Gerbang A atau B. Adapun ojek pangkalan, ojol, kurir, vendor, tamu, alumni, dan masyarakat umum diarahkan melalui Gerbang C.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya Unpad dalam meningkatkan ketertiban, keamanan, serta kelancaran lalu lintas di kawasan kampus melalui sistem transportasi yang lebih terintegrasi. (tha)

No More Posts Available.

No more pages to load.