Silaturahmi Idulfitri PGRI Pamulihan, Pererat Solidaritas dan Soroti Kesejahteraan Guru

oleh
Kegiatan halal bihalal PGRI Kecamatan Pamulihan
BERITA SINGKAT

  • PGRI Kecamatan Pamulihan gelar Silaturahmi Idulfitri 1447 H di Aula Desa Haurngombong.
  • Diikuti sekitar 400 guru dari jenjang SD hingga SMP, baik ASN maupun PPPK.
  • Kegiatan bertujuan mempererat kebersamaan dan solidaritas antarpendidik.
  • PGRI soroti kesejahteraan guru honorer dan PPPK paruh waktu.
  • Kepala Desa Haurngombong dukung penuh dan terharu atas kegiatan tersebut.

RADARSUMEDANG.id, PAMULIHAN – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan Pamulihan menggelar kegiatan Silaturahmi Idulfitri 1447 Hijriah di Aula Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Sabtu (4/4).

Kegiatan tersebut diikuti ratusan guru sebagai ajang mempererat kebersamaan dan solidaritas antarpendidik. Tercatat sekitar 400 guru hadir, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu, dari jenjang SD hingga SMP.

Ketua PGRI Cabang Pamulihan, H. Agus Sujana, mengatakan bahwa halal bihalal ini merupakan agenda rutin tahunan yang menjadi bagian dari program kerja organisasi.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat tali silaturahmi antaranggota PGRI di Kecamatan Pamulihan,” ujarnya.

Selain memperkuat kebersamaan, PGRI juga menyoroti persoalan kesejahteraan guru, khususnya bagi guru honorer dan PPPK paruh waktu. Agus berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi tersebut.

“Jangan sampai status mereka sudah PPPK, tetapi secara kesejahteraan masih jauh dari kata layak. Apalagi banyak dari mereka yang sudah puluhan tahun mengabdi,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan sejumlah profesi lain yang memiliki penghasilan lebih baik meski masa pengabdiannya relatif singkat. Karena itu, PGRI mendorong adanya kebijakan yang lebih berpihak pada peningkatan kesejahteraan guru.

Sementara itu, Kepala Desa Haurngombong, Dadang S.Pd., mengaku terharu atas kehadiran keluarga besar PGRI dalam upaya memajukan dunia pendidikan di wilayahnya. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan organisasi tersebut karena pernah menjadi bagian dari PGRI Kecamatan Pamulihan.

“Saya sangat terharu ketika mendengar Mars PGRI. Saya sendiri berangkat dari seorang guru olahraga dan pernah menjadi bagian dari PGRI Kecamatan Pamulihan,” ujarnya.

Sebelum menjabat sebagai kepala desa, Dadang diketahui pernah menjadi Kepala SDN Sukahurip dan aktif sebagai anggota PGRI. Ia pun menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut karena dinilai mampu mempererat hubungan antaranggota serta memperkuat solidaritas organisasi.

Menurutnya, profesi guru memiliki tanggung jawab besar, tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat, dalam mencerdaskan generasi bangsa tanpa membedakan latar belakang peserta didik.

“Kita sebagai pendidik tidak hanya bertanggung jawab di dunia, tetapi juga akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Tugas guru sangat mulia dalam mencerdaskan anak bangsa tanpa memandang latar belakang anak didik,” katanya.

(tha)

No More Posts Available.

No more pages to load.