BERITA SINGKAT
- Harga kedelai impor di Sumedang naik signifikan hingga Rp11.000/kg.
- Kenaikan terjadi sejak Ramadan dengan tren naik sekitar Rp100 per hari.
- Omzet penjualan turun 10–15 persen akibat melemahnya daya beli.
- Penjualan harian turun dari 10 ton menjadi sekitar 7 ton.
- Kenaikan dipicu dampak konflik Timur Tengah yang memengaruhi harga global.
RADARSUMEDANG.id, KOTA – Harga kedelai impor di Kabupaten Sumedang mengalami kenaikan signifikan hingga menembus Rp11.000 per kilogram. Kenaikan ini berdampak pada penurunan omzet penjualan sebesar 10 hingga 15 persen.
Kenaikan harga komoditas kedelai impor tersebut terjadi di sejumlah distributor di kawasan Sumedang Kota. Salah satunya di PT Alam Sari Kedelai yang menjual kedelai impor asal Amerika Serikat.
Dalam kondisi normal, harga kedelai impor biasanya berada di kisaran Rp9.000 per kilogram. Namun saat ini, harga telah melonjak cukup tajam.
“Biasa kami menjual Rp9.000, sekarang tembus di Rp11.000. Dari harga impor Rp10.500. Dari sebelum puasa sudah mulai naik, tapi tidak terlalu besar, pas habis Lebaran jadi Rp11.000,” kata Komisaris PT Alam Sari Kedelai, Santi Sukmawati, Selasa (7/4/2026).
Menurut Santi, lonjakan harga kali ini merupakan yang tertinggi dibandingkan periode sebelumnya. Biasanya, kenaikan harga hanya berkisar Rp500 per kilogram, namun kini mencapai Rp2.000 per kilogram.
Ia menduga mahalnya harga kedelai impor dipicu oleh dampak konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, sehingga memengaruhi pasokan serta harga global.
“Baru sekarang naik signifikan, biasanya tidak. Paling naik saat menjelang Lebaran, itu juga sekitar Rp500. Sekarang naik Rp2.000. Katanya dampak perang, tapi untuk stok aman,” tuturnya.
Akibat kenaikan tersebut, omzet penjualan pun mengalami penurunan. Jika sebelumnya penjualan kedelai bisa mencapai 10 ton per hari, kini hanya berkisar 7 ton per hari.
Penurunan ini terjadi karena melemahnya daya beli produsen tahu dan tempe sebagai konsumen utama, dengan penurunan sekitar 10 hingga 15 persen.
“Keluhan pembeli ada, produksinya menurun karena bahan baku semuanya naik. Jadi ada penurunan juga pada omzet jual,” ungkapnya.
Kenaikan harga kedelai sebagai bahan baku utama tahu dan tempe ini diperkirakan masih akan berlanjut, terutama jika konflik di Timur Tengah belum mereda.
(gun)






