KH. Sa’dulloh Ingatkan Kebodohan Adalah Musuh Nyata Manusia

oleh
KH Sadulloh (For Radar Sumedang)

BERITA SINGKAT

  • Halal bihalal santri digelar di Ponpes Al-Hikamussalafiyyah, Sabtu (4/4/2026).
  • KH. Sa’dulloh menegaskan kebodohan adalah musuh utama manusia.
  • Santri diminta meluruskan niat belajar sebagai bentuk perjuangan.
  • Penggunaan handphone diingatkan agar tidak berlebihan.
  • Kegiatan jadi momentum memperkuat semangat menuntut ilmu.

RADARSUMEDANG.id, TANJUNGKERTA — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan halal bihalal santri Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah yang digelar pada Sabtu (4/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah, KH. Sa’dulloh, menyampaikan pesan mendalam terkait makna belajar dan tantangan kehidupan santri di era modern.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa musuh utama manusia saat ini bukanlah orang lain, melainkan kebodohan. Oleh karena itu, para santri diminta meluruskan niat saat kembali ke pondok sebagai bentuk perjuangan dalam memerangi kebodohan melalui ilmu.

“Pergi ke pondok harus diniatkan untuk berjuang melawan kebodohan. Karena sejatinya, kebodohan itulah yang menjadi sumber berbagai kesulitan dalam hidup,” ungkapnya di hadapan para santri.

KH. Sa’dulloh juga mengingatkan bahwa kehidupan tidak pernah lepas dari berbagai persoalan. Setiap individu, menurutnya, pasti akan dihadapkan pada ujian hidup yang harus disikapi dengan kesabaran dan keteguhan.

“Hidup itu memang rumit. Tidak ada yang bisa sepenuhnya terbebas dari masalah. Maka hadapilah setiap persoalan dengan ikhtiar dan kesungguhan,” pesannya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjalani proses belajar dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Santri diminta tidak mudah takut atau menyerah sebelum mencoba.

“Belajar itu yang terpenting adalah menjalani prosesnya. Hadirlah di setiap kegiatan pembelajaran, berikhtiarlah dengan sungguh-sungguh. Jangan dulu takut tidak bisa. Jalani saja, nanti Allah yang akan memudahkan,” tuturnya.

Selain itu, para santri juga diingatkan agar tidak terjebak dalam penggunaan teknologi secara berlebihan, khususnya handphone, yang dapat melalaikan dari tujuan utama menuntut ilmu.

“Masa depan kalian bukan ada di handphone yang setiap hari dipegang, tetapi ada pada hafalan Al-Qur’an, kitab-kitab yang dipelajari, serta ilmu dari buku-buku pelajaran yang kalian tekuni,” tegasnya.

Kegiatan halal bihalal ini menjadi momentum penting bagi para santri untuk kembali menata niat, memperkuat semangat belajar, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya ilmu sebagai bekal utama menghadapi masa depan.

Dengan pesan tersebut, diharapkan seluruh santri Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah dapat terus istiqamah dalam menuntut ilmu dan menjadikan pondok sebagai tempat terbaik untuk membentuk pribadi yang berilmu, berakhlak, serta bermanfaat bagi umat.

(*/rik)

No More Posts Available.

No more pages to load.