BERITA SINGKAT
- SDN Sukasirna terendam banjir akibat luapan Sungai Cipicung.
- Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa pada Rabu sore.
- Seluruh ruang kelas hingga ruang kepala sekolah terdampak.
- BPBD turun tangan lakukan asesmen dan pembersihan lumpur.
- Pemerintah akan tindaklanjuti penyebab banjir agar tidak terulang.
RADARSUMEDANG.id, KOTA – SDN Sukasirna di Kelurahan Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan, sempat terendam banjir akibat luapan anak Sungai Cipicung pada Rabu sore (8/4/2026).
Camat Sumedang Selatan, Idi Suhandi, mengatakan banjir terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.
“Betul, SD Sukasirna terendam kembali setinggi lutut diakibatkan luapan Cipicung,” kata Idi kepada Radar Sumedang.
Ia menjelaskan, air berwarna kecoklatan masuk ke seluruh ruangan, mulai dari ruang kelas, ruang guru, hingga ruang kepala sekolah, baik di SDN Sukasirna 1 maupun Sukasirna 2.
Menurutnya, kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi. Sekolah tersebut memang kerap terdampak banjir saat hujan deras karena posisi aliran Sungai Cipicung yang lebih tinggi dari permukaan tanah di lingkungan sekolah.
“Ini mungkin sudah ke sekian kalinya sekolah ini terendam banjir. Karena memang kalau hujan deras, aliran air dari Cipicung bisa lebih tinggi dari permukaan tanah di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Pihak kecamatan bersama sekolah pun telah mengajukan permohonan bantuan kepada BPBD agar persoalan luapan air dari hulu hingga hilir sungai dapat segera ditangani.
“Sudah kami sampaikan ke Pak Kalak BPBD. Ini tolong menjadi perhatian, karena terkait dengan keselamatan siswa dan guru, termasuk banyak berkas penunjang sekolah,” ucapnya.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Sumedang, Bambang Riyanto, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan asesmen langsung ke lokasi serta membantu proses pembersihan lumpur.
“Berkat kesigapan dari Pak Camat dan kepala sekolah, per hari Kamis pagi sudah normal kembali. Semua pihak bahu membahu membersihkan sisa-sisa lumpur, termasuk kita semprot dengan armada water supply yang kami miliki,” terang Bambang.
Ia menambahkan, BPBD akan menindaklanjuti penyebab luapan Sungai Cipicung yang kerap menggenangi lingkungan sekolah setiap musim hujan.
“Ke depan kami akan tindaklanjuti aliran Sungai Cipicung supaya tidak meluap dan menyebabkan banjir,” katanya.
(jim)






