PGM Indonesia Terus Perjuangkan Kesetaraan Nasib Guru Madrasah

oleh
Ketua Umum PW Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Provinsi Jawa Barat H. Hasbullah, SE., MA.Ek

RADARSUMEDANG.id, KOTA — Ketua Umum PW Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Provinsi Jawa Barat H. Hasbullah, SE., MA.Ek menegaskan komitmen organisasinya untuk memperjuangkan kesetaraan nasib guru madrasah agar sejajar dengan guru di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Hal tersebut disampaikan dalam Silaturahmi Akbar dan Seminar Pendidik bagi guru RA dan Madrasah se-Kabupaten Sumedang di GOR Tadjimalela, Sabtu (11/4/2026). Dalam sambutannya, Hasbullah mengungkapkan bahwa perjuangan PGM Indonesia selama ini berfokus pada penyampaian aspirasi guru madrasah agar mendapatkan perlakuan yang adil dalam sistem pendidikan nasional.

Ia mencontohkan, saat aksi penyampaian aspirasi ke DPR RI beberapa waktu lalu, PGM Indonesia tidak membawa massa besar, melainkan lebih menekankan pada substansi perjuangan.

“Kami hanya ingin menyampaikan harapan besar guru madrasah, bukan soal jumlah massa, tapi bagaimana aspirasi itu bisa diterima dan diperjuangkan,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu tuntutan utama adalah menghapus diskriminasi antara sekolah umum dan madrasah. Ia menegaskan bahwa madrasah merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang seharusnya mendapatkan perhatian setara.

Hasbullah menyebutkan sejumlah poin penting yang menjadi aspirasi guru madrasah, di antaranya pemerataan bantuan sarana pendidikan, seperti perangkat digital yang telah diberikan kepada sekolah umum agar juga dapat dirasakan oleh madrasah.

Selain itu, ia juga menyoroti kesempatan pengangkatan guru menjadi PPPK yang diharapkan dapat diberikan secara merata kepada guru madrasah, sebagaimana yang telah dinikmati guru di lingkungan Kemendikdasmen.

Tak kalah penting, PGM Indonesia juga mendorong agar insentif dan tunjangan bagi guru madrasah dapat dicairkan secara rutin setiap bulan, sehingga kesejahteraan guru semakin terjamin.

Dalam kesempatan tersebut, Hasbullah turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang selama ini mendukung perjuangan guru madrasah, di antaranya anggota Komisi VIII DPR RI KH Maman Imanulhaq serta Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI yang terus mengupayakan peningkatan anggaran bagi madrasah.

Ia juga mengapresiasi dukungan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat yang dinilai konsisten mendukung program-program PGM Indonesia.

Menutup sambutannya, Hasbullah menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh peserta kegiatan, sekaligus mengajak seluruh guru madrasah untuk terus bersatu dalam memperjuangkan hak dan meningkatkan kualitas pendidikan.

“Kita yakin, dengan kebersamaan dan perjuangan yang terus dilakukan, kesejahteraan dan posisi guru madrasah ke depan akan semakin sejajar dengan guru lainnya,” pungkasnya.

Suasana kegiatan berlangsung semarak dengan kehadiran ribuan guru RA dan madrasah se-Kabupaten Sumedang yang kompak mengenakan seragam PGM berwarna hijau. Sekitar 3.500 peserta tampak memadati seluruh ruangan hingga tribun GOR Tadjimalela sejak pagi hari, menciptakan nuansa hijau yang khas sekaligus menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti rangkaian acara.

Puncak kegiatan ditandai dengan sambutan Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir yang sekaligus membuka acara secara resmi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan seminar pendidikan sebagai inti acara hingga menjelang siang, sebelum akhirnya ditutup oleh panitia.

Sejumlah tokoh penting dari unsur pemerintah dan pemangku kebijakan pendidikan madrasah turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sumedang H Hamzah Rukmana, perwakilan Komisi VIII DPR RI KH Maman Imanulhaq, serta Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat H Dudu Rohman.

Selain itu, hadir pula Direktur Jenderal Pendidikan Islam KSKK Madrasah Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si. serta Kabid Madrasah Jawa Barat Usep Saepudin Muchtar yang semakin memperkuat sinergi antara pemerintah dan organisasi profesi dalam memajukan pendidikan madrasah di daerah.(Rik)

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.