BERITA SINGKAT
- Longsor terjadi di Blok Cikondang, Desa Sukamaju, Rancakalong, Minggu (12/4) pukul 09.00 WIB.
- Akses jalan provinsi penghubung Sumedang–Subang sempat terputus total.
- Material longsor berasal dari tebing setinggi ±40 meter menutup badan jalan.
- Petugas gabungan lakukan evakuasi manual sambil menunggu alat berat.
- Pengendara diimbau waspada karena potensi longsor susulan masih ada.
RADARSUMEDANG.id, RANCAKALONG – Akses jalan provinsi yang menghubungkan wilayah Sumedang dengan Subang terputus akibat longsor yang terjadi di Blok Cikondang, Desa Sukamaju, Kecamatan Rancakalong, Minggu (12/4) sekitar pukul 09.00 WIB.
Material longsoran berupa tanah bercampur lumpur dan bebatuan dari tebing setinggi kurang lebih 40 meter menimbun badan jalan, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah pengendara roda empat terpaksa memutar balik karena jalur tertutup total.
Salah seorang warga, Aan (43), mengaku harus berjalan kaki untuk melanjutkan perjalanan. Ia bahkan membawa sepeda motor sambil menggendong anaknya karena kendaraan tidak dapat melintas.
“Saya mau pulang ke Neglasari dari Alun-alun Sumedang. Terpaksa jalan kaki sambil bawa motor dan anak, takut jatuh,” ujar Aan.
Meski tersedia jalur alternatif, ia menyebut jaraknya cukup jauh sehingga memilih tetap melintasi lokasi longsor dengan berjalan kaki.
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Barat, aparat desa, dan kecamatan bersama warga setempat langsung melakukan penanganan dengan membersihkan material longsor secara manual sambil menunggu alat berat.
Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sumedang, Indra Rahadian, mengatakan longsor di lokasi tersebut bukan kali pertama terjadi. Berdasarkan hasil peninjauan, material longsoran diperkirakan memiliki tinggi sekitar 40 meter dan lebar 15 meter.
“Kami bersama petugas gabungan sedang melakukan penanganan di lokasi,” kata Indra.
Ia menjelaskan, dugaan sementara penyebab longsor adalah kombinasi curah hujan tinggi serta kondisi di bagian atas tebing yang terdapat saluran air dan area persawahan, sehingga memicu pergerakan tanah.
Selama proses penanganan, petugas memberlakukan sistem buka tutup jalur agar kendaraan tetap dapat melintas secara terbatas dengan kehati-hatian tinggi.
Petugas juga mengerahkan satu unit ekskavator milik Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Barat untuk mempercepat pembersihan material.
“Penanganan longsor sedang berjalan dan diharapkan bisa selesai secepatnya,” ujar Indra.
Ia mengimbau para pengendara, baik roda dua maupun roda empat, untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur rawan longsor, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
Hingga pukul 15.00 WIB, proses pembersihan material longsor masih terus dilakukan oleh petugas gabungan dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk BPBD, TNI, Polri, Damkar, PMI, serta masyarakat setempat.
Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati mengingat masih adanya potensi longsor susulan.
(gun)





