Kemenag Jabar Canangkan “Kota Madrasah”, Siapkan Kompetisi dan Beasiswa untuk Dongkrak Prestasi Siswa

oleh
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si menyampaikan sambutannya dalam Silaturahmi Akbar dan Seminar Pendidik di GOR Tadjimalela, Sabtu (11/4/2026).

RADARSUMEDANG.id, KOTA — Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si mencanangkan visi besar menjadikan Jawa Barat sebagai “kota madrasah” melalui berbagai program peningkatan prestasi siswa. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Silaturahmi Akbar dan Seminar Pendidik di GOR Tadjimalela, Sabtu (11/4/2026).

Dalam sambutannya, Dudu Rohman menegaskan bahwa ke depan Jawa Barat harus memiliki identitas kuat sebagai wilayah yang unggul dalam pendidikan madrasah.

Ia mengungkapkan, meski saat ini capaian prestasi masih perlu ditingkatkan, namun semangat dan harapan para guru menjadi modal utama untuk mewujudkan Jawa Barat sebagai “kota madrasah”.

“Saya di Jawa Barat ini memang tidak ada prestasi apa-apa, tapi kedepan para guru khususnya sama- sama menginginkan satu urat nandi, yaitu bagaimana kita mewujudkan Jawa Barat ini menjadi kota atau wilayah madrasah,” papar Dudu disambut riuh tepuk tangan ribuan peserta.

Sebagai langkah konkret, Kanwil Kemenag Jawa Barat akan menggelar berbagai kompetisi bagi siswa madrasah pada tahun 2026 ini. Salah satu program unggulan adalah seleksi siswa Madrasah Aliyah di setiap kabupaten/kota, di mana masing-masing daerah diminta menyiapkan minimal 25 siswa yang memiliki kemampuan membaca dan memahami kitab kuning.

Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi keagamaan, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Para siswa terpilih direncanakan akan mendapatkan dukungan beasiswa untuk melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi, termasuk perguruan tinggi bertaraf internasional.

Menurut Dudu, penguasaan kitab kuning menjadi salah satu kunci dalam membentuk generasi unggul atau khoirul ummah. Ia meyakini bahwa siswa yang memiliki kemampuan tersebut akan menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

Selain itu, pihaknya juga akan menghidupkan kembali ajang AKSIOMA (Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah) dengan pengembangan yang lebih luas. Tidak hanya fokus pada bidang sains dan olahraga, kompetisi tersebut akan diperluas mencakup kemampuan baca tulis Al-Qur’an serta literasi kitab kuning.

“AKSIOMA ke depan tidak hanya sains dan olahraga, tapi juga memperkuat kompetensi keagamaan seperti baca tulis Al-Qur’an dan kitab kuning,” jelasnya.

Untuk menyukseskan program tersebut, Kanwil Kemenag Jawa Barat akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi profesi seperti PGM Indonesia.

“Karena cita-cita saya ingin menjadikan Jawa Barat ini madrasah-madrasah yang unggul di setiap kabupaten/kota. Maka kedepan di Jawa Barat ini akan ada delapan madrasah unggulan yang akan menjadi rujukan, bukan hanya untuk Jawa Barat, tetapi juga untuk Indonesia,” ujar Dudu Rohman.

Melalui sinergi tersebut, diharapkan upaya peningkatan prestasi siswa madrasah di Jawa Barat dapat berjalan optimal, sekaligus memperkuat posisi madrasah sebagai pilar penting dalam sistem pendidikan nasional.(rik)

No More Posts Available.

No more pages to load.