BERITA SINGKAT
- Ribuan warga ikuti tradisi Ngagogo Lauk di kolam Masjid Al-Kamil.
- Kegiatan bagian dari peringatan Hari Jadi ke-448 Sumedang.
- Lebih dari 8 kwintal ikan ditebar di kolam dangkal.
- Warga dari berbagai kalangan antusias ikut menangkap ikan.
- Pemda ingin lestarikan tradisi sekaligus pererat kebersamaan.
KOTA — Ribuan warga memadati kolam reservoir Masjid Al-Kamil, kawasan Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Rabu siang (15/4/2026), untuk mengikuti tradisi Ngagogo Lauk atau menangkap ikan dengan tangan kosong. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-448 Sumedang.
Sejak siang hari, warga tampak antusias memenuhi area kolam. Saat ikan mulai ditebar, peserta yang telah menunggu langsung turun dan berebut menangkap ikan di kolam dangkal tersebut.
Tak hanya pria dewasa, ibu-ibu hingga anak-anak turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Lebih dari 8 kwintal ikan ditebar di kolam dengan kedalaman kurang lebih 30 sentimeter.
Meski tidak mudah menangkap ikan tanpa alat, warga mengaku tetap menikmati keseruan acara tersebut.
“Seru sekali, walaupun susah dapat ikannya, karena peserta banyak sekali,” ujar Cana, warga asal Angkrek.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Cucu, yang mengaku sengaja datang bersama keluarga untuk ikut meramaikan tradisi tahunan tersebut.
“Saya datang sama adik. Sulit nangkap ikan karena kolamnya dalam, tapi alhamdulillah terhibur,” katanya.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyampaikan bahwa kegiatan Ngagogo Lauk tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga upaya melestarikan tradisi lokal yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Sumedang.
“Ngagogo Lauk juga menjadi momentum kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam merayakan Hari Jadi Sumedang ke-448,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap budaya daerah. Melalui rangkaian peringatan Hari Jadi Sumedang ke-448, Pemda Sumedang berkomitmen menghadirkan berbagai acara yang melibatkan partisipasi masyarakat secara langsung.
“Antusiasme warga yang memadati kolam depan Masjid Al Kamil menjadi bukti bahwa tradisi ini tetap diminati dan mampu menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat. Saya berharap kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh keceriaan hingga acara selesai,” imbuhnya.
Untuk membantu peserta membersihkan diri setelah mengikuti kegiatan, panitia menyediakan fasilitas pembilasan menggunakan dua mobil tangki air dari BPBD dan pemadam kebakaran.
(gun)





