BERITA SINGKAT
- Bupati Sumedang menyoroti kerusakan di Pusat Oleh-oleh dan UMKM Bojong Inong.
- Ditemukan kebocoran atap, genangan air, serta fasilitas rusak.
- Pengelola diminta segera berkoordinasi dengan Dinas PU untuk perbaikan.
- Bangunan merupakan rest area strategis bagi wisatawan dan jasa travel.
- Bupati tekankan pentingnya perawatan rutin untuk menjaga ikon UMKM.
SUMEDANG – Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, meminta pengelolaan Pusat Oleh-oleh dan UMKM di Lingkungan Bojong Inong, Desa Jatimulya, Kecamatan Sumedang Utara, agar lebih diperhatikan dan dirawat secara optimal.
Hal tersebut disampaikannya usai melakukan kunjungan langsung ke lokasi pada Rabu malam (15/4/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Dony menemukan sejumlah kerusakan yang dinilai perlu segera ditangani. Beberapa bagian bangunan mengalami kebocoran, bahkan air hujan terlihat menetes dan harus ditampung menggunakan ember, mulai dari area pintu masuk hingga sudut bangunan.
“Saya melihat langsung di lapangan, ada beberapa bagian yang bocor, bahkan di pintu utama air menetes dari plafon yang sudah berjamur. Ini tidak bisa dibiarkan,” ujarnya.
Ia menegaskan agar pengelola segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan perbaikan, terlebih kondisi saat ini masih dalam musim hujan.
“Karena ini musim hujan, saya minta pengelola segera koordinasi dengan Dinas PU untuk perbaikan. Jangan menunggu kerusakan menjadi lebih besar,” tegasnya.
Selain kebocoran, sejumlah fasilitas lain juga ditemukan mengalami kerusakan, di antaranya toilet yang membutuhkan perbaikan serta beberapa lampu yang padam akibat korsleting listrik.
Pusat Oleh-oleh dan UMKM tersebut diketahui menjadi salah satu rest area yang direkomendasikan bagi jasa travel maupun pengunjung dari luar daerah.
Bupati juga menemukan genangan air di lantai dua, tepatnya di area “spot kopi lembur”. Setelah dilakukan pengecekan, genangan tersebut disebabkan oleh saluran pembuangan yang tersumbat sampah plastik.
“Tadi saya lihat ada genangan air di lantai dua. Setelah dicek, ternyata hanya karena saluran air tersumbat plastik. Hal kecil seperti ini kalau dibiarkan lama-lama bisa merusak struktur bangunan,” ucapnya.
Ia mengingatkan bahwa permasalahan kecil yang tidak segera ditangani dapat berdampak besar terhadap ketahanan bangunan dalam jangka panjang.
“Ini bangunan ikon UMKM, harus dijaga dengan baik. Jangan sampai karena hal-hal sepele justru membuat bangunan cepat rusak, bahkan berisiko ambruk,” katanya.
Dony juga menekankan pentingnya perawatan rutin serta pengawasan berkala terhadap seluruh fasilitas yang ada, mengingat peran strategis pusat oleh-oleh tersebut dalam mendukung pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM.
“Tempat ini harus menjadi etalase kebanggaan UMKM Sumedang. Kalau kondisinya tidak terawat, tentu akan mempengaruhi kenyamanan pengunjung dan citra daerah kita,” pungkasnya.
(jim)





