BERITA SINGKAT
- Ikhsan (14), siswa SMP di Tanjungsari viral karena pamit berhenti sekolah demi bantu ayah.
- Pemkab Sumedang langsung turun tangan memastikan Ikhsan kembali bersekolah.
- Wabup Sumedang M. Fajar Aldila mengunjungi lokasi jualan dan rumah Ikhsan.
- Pemerintah siapkan pendampingan akademik dan bantuan ekonomi keluarga.
- Pemkab tegaskan pendidikan tetap prioritas, target rata-rata sekolah 12 tahun.
RADARSUMEDANG.id – Kisah Ikhsan (14), siswa kelas 8 SMPN 1 Tanjungsari yang sempat viral karena berpamitan berhenti sekolah demi membantu ayahnya berjualan ayam goreng, mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sumedang.
Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, langsung turun tangan untuk memastikan Ikhsan dapat kembali melanjutkan pendidikannya. Bersama Kepala Dinas Sosial Agus Qori Hidayat dan Kepala DP3AP2KB Aceng Solehudin, Wabup mendatangi lokasi Ikhsan berjualan ayam krispy di Alun-alun Tanjungsari serta menyambangi kediamannya.
Kasus ini mencuat setelah video perpisahan Ikhsan di sekolah viral di media sosial seperti TikTok dan Instagram. Dalam video tersebut, Ikhsan terlihat bersalaman dengan teman-temannya, seolah mengucapkan salam perpisahan sebelum memutuskan berhenti sekolah.
Ikhsan mengaku keputusan tersebut merupakan inisiatif pribadi. Ia merasa tidak tega melihat ayahnya, Imam Agus Faisal (34), yang bekerja keras seorang diri sebagai orang tua tunggal.
“Ini niat saya sendiri, ingin membantu ayah jualan. Bahkan ayah sempat melarang saya dan meminta tetap fokus sekolah,” ujar Ikhsan.
Sebagai anak sulung dari tiga bersaudara, Ikhsan merasa memiliki tanggung jawab membantu perekonomian keluarga. Diketahui, sang ayah bekerja dari pukul 09.00 hingga 22.00 WIB untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menanggapi hal tersebut, Wabup Fajar menegaskan tidak ada unsur eksploitasi anak dalam kasus ini. Ia justru mengapresiasi kepedulian Ikhsan terhadap keluarga, namun menekankan bahwa pendidikan harus tetap menjadi prioritas utama.
“Pendidikan nomor satu. Target Pemkab Sumedang adalah rata-rata lama sekolah 12 tahun, jadi Ikhsan harus lanjut sekolah,” tegasnya.
Untuk membangkitkan semangat Ikhsan, Wabup Fajar juga memfasilitasi panggilan video dengan Bupati Sumedang agar Ikhsan kembali termotivasi meraih masa depan melalui pendidikan.
Pemerintah Kabupaten Sumedang pun memastikan Ikhsan dapat kembali ke bangku sekolah melalui sejumlah langkah konkret. Di antaranya pengawalan akademik oleh Kepala Bidang SMP agar proses belajar tetap berjalan, dukungan ekonomi bagi keluarga untuk meringankan beban, serta mitigasi sosial guna mencegah kasus serupa terjadi di daerah lain.
Wabup Fajar menegaskan bahwa persoalan ekonomi tidak boleh mengorbankan hak anak untuk memperoleh pendidikan. Ia memastikan pemerintah akan terus hadir memberikan pendampingan.
“Pemerintah akan mendukung penuh Ikhsan untuk kembali sekolah dan meraih masa depannya,” tandasnya. (tha)







