- Penataan kabel fiber optik semerawut di Sumedang segera direalisasikan.
- APJATEL Jabar siap merapikan, melabeli, hingga merelokasi kabel.
- Program dilakukan tanpa membebani APBD, termasuk di kawasan strategis.
- Pemkab Sumedang dorong sistem kabel terpadu hingga bawah tanah.
- Bupati Dony sebut kondisi kabel sudah masuk kategori darurat.
KOTA – Rencana penataan kabel fiber optik yang semerawut di wilayah Kota Sumedang dan sekitarnya dipastikan segera terealisasi. Hal ini menyusul komitmen sejumlah pelaku usaha jaringan telekomunikasi yang tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) Koordinator Wilayah Jawa Barat.
Ketua APJATEL Jabar, Yudiana Arifin, menyampaikan pihaknya siap menjalankan program penataan kabel sebagai solusi jangka pendek hingga jangka panjang. Program tersebut meliputi pelabelan kabel, penertiban jaringan di titik strategis, hingga relokasi kabel yang dinilai membahayakan keselamatan maupun mengganggu estetika kota.
“Penataan di tiap kabupaten/kota menjadi fokus kami. Salah satu program jangka pendek adalah merapikan kabel fiber optik yang terlihat semerawut atau berada di area yang berpotensi membahayakan. Ini akan kami lakukan bersama seluruh operator jaringan,” ujar Yudiana.
Selain itu, APJATEL juga menawarkan program relokasi kabel tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Langkah ini dinilai sebagai solusi darurat mengingat kondisi kabel di sejumlah titik sudah cukup parah.
“Kami siap menertibkan, termasuk di kawasan alun-alun pemerintahan. Tanpa harus membebani APBD, kami akan cari solusi bersama. Bahkan, kami sudah mulai melakukan kegiatan serupa di jalur provinsi bersama pihak terkait,” tambahnya.
Yudiana menegaskan kesiapan pihaknya untuk menindaklanjuti kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan pemerintah daerah. Ia memastikan asosiasi dan operator siap turun ke lapangan guna mempercepat penanganan kabel semerawut.
Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai kondisi kabel yang tidak tertata sudah menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani.
“Di lapangan, saya melihat langsung kondisi kabel yang semrawut. Ini harus segera diselesaikan karena sudah masuk kategori darurat kabel. Saya berharap melalui MoU nanti ada timeline yang jelas, kapan Sumedang bisa terbebas dari kabel semerawut,” ujarnya.
Dony juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam pemasangan jaringan telekomunikasi agar lebih memperhatikan estetika lingkungan.
“Ke depan harus ada perubahan mindset. Jangan hanya memasang kabel lalu selesai, tetapi harus memperhatikan estetika. Tidak boleh lagi kabel dililit sembarangan,” tegasnya.
Lebih jauh, Pemerintah Kabupaten Sumedang berencana mendorong sistem penataan kabel terpadu, di mana seluruh jaringan utilitas ditempatkan dalam satu jalur khusus, bahkan memungkinkan untuk ditanam di bawah tanah seperti di negara maju.
Diharapkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha telekomunikasi dapat segera mewujudkan penataan kabel fiber optik di Sumedang. Selain meningkatkan keindahan kota, langkah ini juga diyakini mendukung keamanan serta kualitas layanan telekomunikasi.
“Kita ingin ke depan semua kabel masuk ke satu jalur atau satu lubang bersama. Ini akan membuat kota lebih rapi dan aman. Saya minta ini bisa segera diakselerasi,” katanya.
Panji/Radar Sumedang
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat melakukan demonstrasi penataan kabel semerawut di jalur protokol Sumedang bersama APJATEL Jabar, Rabu (22/4/2026).
(jim)







