Pencopetan Warnai Pagelaran Budaya Kasumedangan, Sejumlah Penonton Kehilangan Barang

oleh
: Seorang ibu histeris usai ponselnya hilang dicopet, saat menyaksikan Pagelaran Ekosistem Budaya Kasumedangan dalam rangka HJS ke-448, di halaman MPP, Jumat (24/4) malam.
BERITA SINGKAT

  • Aksi pencopetan warnai Pagelaran Ekosistem Budaya Kasumedangan.
  • Sejumlah penonton kehilangan handphone dan dompet.
  • Korban sempat histeris akibat kehilangan barang berharga.
  • Pemkab klaim pengamanan sudah melibatkan TNI, Polri, dan Satpol PP.
  • Masyarakat diimbau lebih waspada di keramaian.

KOTA – Pagelaran Ekosistem Budaya Kasumedangan dalam rangka Hari Jadi ke-448 Sumedang yang digelar di Halaman Mal Pelayanan Publik (MPP), Jumat (24/4/2026) malam, diwarnai aksi pencopetan yang menimpa sejumlah penonton.

Di tengah kemeriahan acara budaya yang menghadirkan berbagai pertunjukan seni, insiden kehilangan barang berharga justru mencoreng suasana.

Salah seorang korban asal Kecamatan Ujungjaya bahkan sempat histeris setelah menyadari handphone miliknya hilang. Korban yang diketahui masih mencicil perangkat tersebut harus ditenangkan dan digotong oleh aparat kepolisian yang berjaga di lokasi.

Tidak hanya satu orang, laporan serupa terus berdatangan sepanjang acara berlangsung. Petugas menerima sejumlah aduan dari pengunjung yang mengaku kehilangan barang pribadi di tengah kerumunan.

“Saya juga hape hilang, tadi dibawa anak saya, berdesakan pas mau lihat Pak KDM. Pas mau ngeluarin hape malah nggak ada,” ujar Susi, warga Regol Wetan, Sumedang Selatan.

Susi mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Ia menyebut banyak pengunjung lain yang mengalami hal serupa.

“Sudah lapor ke polisi. Memang banyak yang kecopetan, dompet, hape pada hilang,” imbuhnya.

Menanggapi kejadian tersebut, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa pihak penyelenggara sebenarnya telah menyiapkan sistem pengamanan yang melibatkan unsur TNI, Polri, dan Satpol PP, serta pengawasan melalui CCTV.

“Kami sudah mengantisipasi dari berbagai aspek, termasuk keamanan, agar masyarakat dapat menikmati kegiatan dengan aman dan tertib,” ujarnya.

Rangkaian Hari Jadi ke-448 Sumedang sendiri menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari pertunjukan seni budaya, olahraga seperti fun walk dan boxing, hingga hiburan musik yang menyasar kalangan muda.

Acara tersebut juga dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi serta sejumlah seniman seperti Ohang dan Ade Batak, dengan mengusung tema “Abdi Nagari Nganjang Ka Warga”.

Meski demikian, pemerintah daerah dan kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat menghadiri kegiatan dengan jumlah massa besar.

(gun)

No More Posts Available.

No more pages to load.