BERITA SINGKAT
- Sistem AI-IoT pemantauan karbon впервые diterapkan di SD Telaga Cendekia, Sumedang.
- Dipasang tiga titik sensor dengan radius pemantauan sekitar 30 meter.
- Hasil kolaborasi sekolah dengan UNIKOM dan mitra teknologi.
- Data dapat dimanfaatkan untuk pertanian modern berbasis teknologi.
- Program dinilai selaras dengan transformasi pendidikan Pemkab Sumedang.
RADARSUMEDANG.id, SUMEDANG – Sistem cerdas berbasis Artificial Intelligence dan Internet of Things (AI-IoT) untuk pemantauan karbon dan parameter lingkungan впервые diterapkan di lingkungan sekolah. Inovasi ini hadir di SD Telaga Cendekia, Desa Padasuka, Kecamatan Sumedang Utara.
Kepala Sekolah SD Telaga Cendekia, Ambu Odah menjelaskan, sistem yang dipasang merupakan hasil kolaborasi dengan Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung bersama mitra teknologi.
“Di area sekolah dipasang tiga titik tiang sensor, masing-masing memiliki radius sekitar 30 meter. Sistem ini mampu memantau energi lingkungan, termasuk emisi karbon, sehingga dapat mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat,” kata Ambu kepada awak media, Selasa (28/4/2026).
Ia menambahkan, data yang dihasilkan dari sistem tersebut ke depan dapat dimanfaatkan untuk mendukung konsep pertanian modern berbasis teknologi. Hal ini sejalan dengan konsep sekolah yang mengusung pendidikan berbasis alam.
Sekolah swasta yang berdiri pada 2022 ini memang mengembangkan pembelajaran berbasis alam dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti taman edukatif, aneka tanaman (hias, buah, sayur, dan obat), serta area pembelajaran luar ruang yang dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan.
“Sekolah kami memiliki visi membentuk generasi yang mencintai lingkungan. Anak-anak diajak kembali ke alam, namun dengan pendekatan yang lebih berkualitas melalui pemanfaatan teknologi,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Dr. Eka Ganjar Kurniawan menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan upaya mendukung ekosistem pertanian presisi sekaligus edukasi lingkungan berbasis teknologi sejak dini.
“Pendidikan merupakan kunci dalam menjaga stabilitas alam dan membangun peradaban yang lebih baik. Oleh karena itu, upaya pelestarian lingkungan harus dimulai dari dunia pendidikan,” ucap Eka.
Ia menilai program yang dijalankan SD Telaga Cendekia selaras dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Sumedang, khususnya dalam program transformasi pendidikan yang mencakup transformasi pendidik, peserta didik, kurikulum, serta digitalisasi.
Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan, akademisi, dan pemerintah menjadi kunci dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks dan dinamis.
“Transformasi digital menjadi keniscayaan di era saat ini. Namun yang terpenting adalah bagaimana kita mampu mengendalikan teknologi, bukan sebaliknya,” katanya.
(jim)
Foto: Tiang AI-IoT yang dipasang di sudut lahan SD Telaga Cendekia saat dipamerkan oleh pihak akademisi UNIKOM Bandung di hadapan Kadisdik Sumedang, Selasa (28/4/2026).





