Jelang Idul Adha 1447 H, Pedagang Hewan Kurban di Soreang Optimistis Penjualan Meningkat

oleh
Peternak sapi memberikan vitamin tambahan agar hewan siap dijual jelang idul adha

BERITA SINGKAT

  • Pedagang hewan kurban di Soreang mulai optimistis jelang Idul Adha 1447 H.
  • Stok ternak ditambah, termasuk pasokan dari luar daerah seperti Jawa Timur.
  • Penjualan tahun lalu sempat turun akibat ekonomi dan isu penyakit hewan.
  • Pemkab Bandung pastikan stok ternak mencukupi kebutuhan kurban.
  • Pengawasan kesehatan hewan diperketat melalui puskeswan dan posterling.

RADARSUMEDANG.id, KABUPATEN BANDUNG — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, pedagang hewan kurban di kawasan Jalan Soreang, Kabupaten Bandung, mulai menunjukkan optimisme setelah sempat mengalami penurunan penjualan pada musim sebelumnya.

Salah satu pedagang, Erwan (43), mengaku telah menyiapkan lapak dan kandang sementara di pinggir Jalan Soreang untuk menampung hewan kurban yang akan dijual. Ia juga menambah stok dengan mendatangkan ternak dari luar daerah, termasuk dari Jawa Timur.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang biasanya terjadi menjelang Idul Adha.

“Tahun ini saya lebih berani nambah stok. Mudah-mudahan pembeli juga lebih banyak dibanding tahun kemarin,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Erwan mengungkapkan, pada musim kurban sebelumnya penjualan sempat mengalami penurunan cukup signifikan. Kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih serta kekhawatiran masyarakat terhadap isu penyakit hewan menjadi faktor utama melemahnya daya beli.

“Waktu itu memang agak mabruk (turun). Pembeli tidak seramai biasanya, banyak yang masih ragu,” katanya.

Namun demikian, ia menilai kondisi saat ini mulai membaik. Kepercayaan masyarakat terhadap kesehatan hewan kurban meningkat, seiring pengawasan yang lebih ketat dari pemerintah.

Selain itu, aktivitas pasar yang kembali ramai menjadi sinyal positif bagi para pedagang di sepanjang Jalan Soreang.

“Sekarang sudah mulai terasa ada peningkatan. Harapannya bisa lebih baik dari tahun lalu,” tuturnya.

Para pedagang pun terus mempersiapkan lapak dan menambah pasokan hewan, dengan harapan musim kurban tahun ini menjadi periode yang lebih menggeliat dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Ina Kania Dewi menyampaikan bahwa ketersediaan ternak di wilayahnya tergolong besar dan mampu menopang kebutuhan kurban tahun ini.

Menurutnya, populasi sapi mencapai puluhan ribu ekor, sementara domba mendominasi dengan jumlah ratusan ribu ekor. Selain itu, tersedia pula ribuan kambing serta ratusan kerbau yang turut memperkuat pasokan hewan kurban.

“Ketersediaan dari dalam daerah dinilai cukup, meskipun pasokan dari luar wilayah tetap dimungkinkan sebagai langkah antisipasi jika terjadi lonjakan permintaan,” ujarnya melalui telepon.

Dalam menjaga kesiapan tersebut, Dinas Pertanian terus melakukan berbagai upaya, salah satunya melalui program pos ternak keliling (posterling) yang rutin mendatangi peternak untuk memastikan kondisi kesehatan hewan.

“Selain itu, layanan kesehatan dan vaksinasi juga diperkuat melalui pusat kesehatan hewan (puskeswan) yang tersebar di sejumlah kecamatan,” katanya.

Ina menjelaskan, pengawasan dilakukan secara berkala untuk memastikan hewan kurban memenuhi standar kesehatan, baik sebelum maupun sesudah penyembelihan.

Ia menambahkan, hewan kurban yang layak harus memenuhi prinsip ASUH, yakni aman, sehat, utuh, dan halal, dengan pemeriksaan oleh dokter hewan dan paramedis serta pemberian tanda khusus bagi yang lolos.

“Upaya pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) juga terus dilakukan, dan saat ini kasusnya menunjukkan tren penurunan berkat vaksinasi dan pemantauan rutin,” ujarnya.

(kus)

No More Posts Available.

No more pages to load.