PAC GP Ansor Pamulihan Gelar PKD IV, Cetak Kader Militan dan Berakhlak

oleh

RADARSUMEDANG.id, PAMULIHAN – Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Pamulihan menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) IV selama tiga hari, Jumat hingga Minggu (1–3/5/2026), di Pondok Pesantren Bustanul Wildan, Cikeyeup, Desa Ciptasari, Kecamatan Pamulihan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kaderisasi untuk mencetak kader Ansor yang militan, disiplin, dan berakhlak.

PKD IV diikuti peserta dari berbagai wilayah dan dibuka secara khidmat dengan dihadiri jajaran pengurus NU dan GP Ansor, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi momentum menyambut Hari Lahir (Harlah) GP Ansor ke-92.

Ketua PAC GP Ansor Pamulihan, Sahabat Dudi Abdurahman, menegaskan bahwa PKD bukan sekadar pelatihan formal, tetapi menjadi ruang pembentukan karakter, militansi, dan kepemimpinan kader.

“PKD ini menjadi momentum membentuk kader Ansor yang siap menjaga agama, bangsa, dan negara. Ansor harus hadir sebagai pelopor persatuan serta memberi manfaat nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini PAC GP Ansor Pamulihan telah memiliki 11 ranting desa yang seluruhnya telah ber-SK. Namun, sebagian masa khidmat kepengurusan telah berakhir sehingga pasca-PKD pihaknya akan fokus pada konsolidasi organisasi dan regenerasi kepengurusan di tingkat ranting.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Bustanul Wildan, KH Rd Agus M Gaos, mengapresiasi pelaksanaan PKD di lingkungan pesantren. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai Ahlussunnah wal Jamaah di tengah perkembangan zaman.

“Kader Ansor harus menjadi generasi penerus ulama yang berakhlak baik, mencintai ulama, menjaga tradisi keislaman, serta mampu membawa ketenangan di masyarakat,” katanya.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Pamulihan, KH Ramli Masdari, juga menegaskan bahwa kaderisasi merupakan nafas organisasi. Menurutnya, keberlangsungan NU dan Ansor sangat ditentukan oleh kualitas kader yang dihasilkan.

“Kaderisasi yang baik akan menjaga organisasi tetap hidup dan berkembang. Ansor harus menjadi benteng Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus menjaga persatuan bangsa,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor Bidang Pertanian, Sahabat Deni Haidar, turut hadir memberikan motivasi kepada peserta. Ia menyoroti tantangan zaman yang semakin kompleks, mulai dari persoalan ekonomi, pengangguran, hingga perubahan sosial.

Menurutnya, kader Ansor tidak cukup hanya aktif berorganisasi, tetapi juga harus memiliki kualitas diri, wawasan luas, serta kemandirian ekonomi.

“Ansor harus melek belajar, kuat ideologi, dan mandiri secara ekonomi. Kader harus mampu menjadi solusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mendorong kader untuk mengembangkan potensi di sektor pertanian, kewirausahaan, dan pemberdayaan ekonomi sebagai bentuk pengabdian nyata kepada umat.

Melalui PKD IV ini, diharapkan lahir kader-kader muda Ansor yang solid, aktif, serta mampu menjadi motor penggerak organisasi di tingkat desa hingga kecamatan, sekaligus menjaga keutuhan NKRI dan persatuan umat. (tha)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.