RADARSUMEDANG.ID – Daya jual warga pasar Cimalaka, Kabupaten Sumedang anjlok sekitar 50 persen. Anjloknya daya jual tersebut dirasakan semenjak diberlakukannya program MBG.
Hal itu disampaikan ketua Ikatan Warga Pasar Cimalaka (Ikwapaci) Dian Kusdian dalam sebuah kesempatan pada Rabu, 6 Mei 2026. “Mulai terasa anjlok sekitar seminggu setelah MBG ada,” sebut Dian.
Dia menjelaskan, sebelum ada program MBG, sekitar 50 persen para konsumen yang belanja ke pasar Cimalaka merupakan pelaku UMKM yang biasanya berjualan untuk kebutuhan anak di beberapa sekolah. “Karena dari pasar Cimalaka itu sekitar 50 persen pelaku UMKM yang realitanya mereka menjual ke sekolah-sekolah seperti kantin dan lainnya,” ungkapnya.
Setelah muncul program MBG, para siswa jarang belanja di sekolah, karena sudah makan MBG. Sehubungan itu, Dian berpendapat harus ada solusi terbaik agar seluruh perekonomian kembali menggeliat.
“Solusi yang bagus harusnya, kalau mau ekonomi terangkat, MBG diganti uang tunai. Supaya perekenomian semua menggeliat,” ucapnya.
Dia menambahkan, jika dirata-ratakan para siswa dibekali uang saku Rp10 ribu, maka seluruh siswa yang belanja di sekitaran sekolahnya masing-masing dapat kembali menghidupkan perekonomian menyeluruh.
“Perekonomian terangkat, maka gizi anak sekolah didapat dari rumah masing-masing dari uang tunai yang dibagikan lewat program MBG tadi,” tutup Dian.
Untuk diketahui, luas pasar Cimalaka sekitar 1.600 meter persegi. Total para pedagang sekitar 140 orang yang berjualan di 51 kios dan sisanya lapak PKL. (tri)






