- Dinkes Sumedang tingkatkan kewaspadaan penyakit musiman jelang kemarau.
- ISPA, diare, tifoid, dan DBD menjadi penyakit yang diantisipasi.
- Seluruh wilayah Sumedang masuk status kewaspadaan kesehatan.
- 35 puskesmas diminta meningkatkan sistem deteksi dini penyakit.
- Masyarakat diimbau menerapkan pola hidup bersih dan pola hidup CERDIK.
Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi kemungkinan terjadinya kemarau panjang yang dapat berdampak terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumedang, Surdi Sudiana, mengatakan sejumlah penyakit yang menjadi perhatian utama meliputi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), penyakit pencernaan seperti diare dan tifoid, serta Demam Berdarah Dengue (DBD).
Menurutnya, musim kemarau identik dengan meningkatnya partikel debu di udara yang dapat memicu gangguan pernapasan. Selain itu, keterbatasan air bersih juga berpotensi menurunkan kualitas sanitasi masyarakat.
“Karena itu kami terus memperkuat edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mulai dari kebiasaan mencuci tangan dengan sabun hingga memastikan air minum dikelola secara higienis. Langkah sederhana ini sangat penting sebagai upaya pencegahan,” ujar Surdi belum lama ini.
Ia menegaskan, seluruh wilayah di Kabupaten Sumedang kini berada dalam status kewaspadaan karena setiap daerah memiliki karakteristik risiko yang berbeda.
Wilayah rawan kekeringan dinilai lebih berisiko terhadap penyakit kulit dan gangguan pencernaan, sementara kawasan padat penduduk berpotensi lebih tinggi mengalami penyebaran ISPA.
Dinkes Sumedang juga mengusung prinsip kearifan lokal “Kadeuleu, Karampa, Karasa” dalam memastikan layanan kesehatan hadir dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat hingga tingkat kecamatan.
Sebagai langkah operasional, Dinkes telah menginstruksikan 35 puskesmas di Kabupaten Sumedang untuk meningkatkan sensitivitas terhadap Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).
Kesiapan logistik kesehatan serta tenaga surveilans juga diperkuat melalui kerangka Integrasi Layanan Primer (ILP).
Selain itu, masyarakat diimbau menerapkan pola hidup CERDIK, yakni cek kesehatan rutin, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres guna menjaga daya tahan tubuh.
Surdi juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan ketika mengalami gejala sakit.
“Jangan menunggu sampai kondisi memberat atau melakukan pengobatan mandiri yang tidak terukur. Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola hidup CERDIK, dan memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disiagakan agar tetap sehat dan tangguh sepanjang musim kemarau,” pungkasnya.
(tha)






