RADARSUMEDANG.ID – Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Tikus dilakukan dengan cara pengasapan di lahan pesawahan Kelompok Tani Cibitung, Blok Cibitung, Desa Cikole, Kecamatan Cimalaka pada Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan tersebut dilakukan secara kolaborasi unsur terkait di Kecamatan Cimalaka pada masa periode April hingga September 2026.
Pengendalian hama tikus dimaksud berupa pengasapan melalui alat emposan yang menghasilkan asap dari pembakaran belerang. Asapnya dimasukkan ke sejumlah lobang tikus di area lahan sawah seluas 16 hektare yang digarap Kelompok Tani Cibitung.
Kepala UPTD Pertanian dan Ketahanan Pangan Wilayah Cimalaka, Andry Indriana, S Hut mengatakan, di periode sekarang, pada awal April pihaknya melakukan pengamatan sebelum bergerak turun ke lapangan. Setelah pembasmian tikus di area pesawahan Desa Cikole, selanjutnya tim menyasar ke wilayah desa lain untuk memberantas hama tersebut sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Bergilir terus di lahan-lahan pesawahan se-Kecamatan Cimalaka dengan sasaran melihat dari pengamatan, situasional dan laporan dari kelompok, apakah ada tikus dan apakah bisa tahapan umpan dulu, atau dengan cara pengasapan,” jelas Andry.
Selain pembasmian hama tikus, pihaknya juga melakukan edukasi kepada para petani untuk pencegahan berupa melakukan penanaman padi serentak. “Untuk memutus mata rantai. Ketika ada makanan dia (tikus) ada dan ketika tidak ada makanan mereka cari lagi ke tempat lain. Makanya penanaman serentak di beberapa desa sudah berjalan. Ketika penanaman serentak, maka Insya Allah terhindar dari hama tikus.,” terangnya.
Selama tim gabungan melakukan gerakan pengendalian OPT Tikus, disambut baik para petani setempat. “Mudah-mudahan kedepan hasilnya lebih bagus,” harap Andry.
Lebih lanjut dia menjelaskan, kegiatan dimaksud wujud realisasi turut mendukung surat edaran bupati Sumedang tentang pengendalian hama tikus secara kolaborasi. Para petugas POPT berdiri di wilayah provinsi dan penyuluh pertanian berdiri di wilayah kementerian pusat serta UPTD Pertanian berdiri di Pemda Sumedang, melibatkan pemerintah kecamatan dan pihak desa serta lainnya.
“Menindaklanjuti upaya pengendalian hama tikus dan terhadap hama penyakit lainnya. Misalkan, dari tikus sesuai pemetaan petugas misalkan di atas 25 persen baru ada gerakan. Sebelumnya sosialisasi dulu, ada tahapan tidak serta merta ada gerakan. Tahapan berdasarkan pengamatan dari para petugas,” jelasnya.
Dengan kolaborasi tadi, tidak ada saling tuduh serta berjalan dengan maksud dan tujuan baik. Andry menambahkan, pihaknya pernah kedatangan dari kepala pusat penyuluh kementerian se-Indonesia. “Alhamdulillah diutarakan bahwa di Sumedang sudah ada surat edaran bupati tentang pengendalian hama tikus,” paparnya.
Merespon hal itu, kepala pusat penyuluh kementerian se-Indonesia menyambut baik dan Sumedang menjadi contoh untuk kabupaten dan kota lain. “Poin plus bagi Sumedang sudah melakukan terobosan kolaborasi untuk pengendalian hama,” pungkas Andry. (tri)






