RADARSUMEDANG.id, TANJUNGMEDAR – Serangan hewan liar diduga anjing kembali meresahkan warga Desa Kertamukti, Kecamatan Tanjungmedar. Dalam kurun dua pekan terakhir, sedikitnya 12 ekor domba milik warga ditemukan mati mengenaskan di dalam kandang.
Serangan tersebut mulai marak terjadi sejak akhir April 2026 dan menimpa sejumlah peternak di beberapa dusun di wilayah Desa Kertamukti.
Warga setempat, Asep Sopian Bukhori Muslim, mengatakan kasus ternak diserang hewan liar kini menjadi perhatian masyarakat karena jumlah korban terus bertambah.
“Di wilayah Kecamatan Tanjungmedar, khususnya Desa Kertamukti, sekarang sedang ramai kasus ternak warga yang diserang anjing liar. Korbannya sudah cukup banyak,” ujar Asep, Selasa (12/5).
Dikatakan, lokasi kejadian tersebar di sejumlah titik, di antaranya Dusun Cipedes RT 01 RW 04, Dusun Cilutung RT 01 RW 02, Dusun Cirendang, Dusun Sangkup, dan Dusun Sindangjaya.
Ia memperkirakan sedikitnya delapan kandang terdampak dengan jumlah korban lebih dari 10 ekor domba.
“Kalau dari informasi yang beredar, ada sekitar delapan kandang yang diserang dan total domba yang mati lebih dari 10 ekor,” katanya.
Asep menduga hewan penyerang merupakan anjing liar yang sebelumnya dipelihara untuk berburu, namun kini telantar dan berkeliaran di sekitar permukiman warga.
Menurutnya, hewan ternak yang menjadi korban tidak dibawa kabur, melainkan dimangsa langsung di lokasi kejadian.
“Dombanya tidak hilang, tapi dimakan di tempat. Katanya anjing liar, kemungkinan bekas anjing buruan yang sekarang tidak terurus,” ungkapnya.
Korban pertama diketahui milik warga bernama Dana di Dusun Cipedes RT 01 RW 04. Peristiwa tersebut terjadi pada akhir April 2026 dengan satu ekor domba ditemukan mati di kandang.
Warga menyebut kondisi bangkai domba rata-rata mengalami luka parah pada bagian leher dan dada. Organ dalam seperti hati dan jantung juga menjadi sasaran gigitan hewan liar tersebut.
“Biasanya lehernya bolong seperti digigit lebih dulu, lalu bagian dada terbuka. Jeroannya keluar dan yang dimakan biasanya hati sama jantung,” jelas Asep.
Beberapa peternak bahkan kehilangan lebih dari satu ekor domba dalam satu malam. Laporan terakhir disebut terjadi sekitar tiga hari lalu.
Sementara itu, Kepala Desa Kertamukti, Agus Budi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut jumlah korban di wilayahnya mencapai sekitar 12 ekor domba, dengan insiden terakhir terjadi pada Minggu lalu.
“Betul, sebelumnya kejadian serupa juga sempat ada di Desa Tanjungwangi. Kalau di sini jumlahnya sekitar 12 ekor, terakhir Minggu kemarin,” katanya.
Pihak desa menduga hewan penyerang merupakan anjing liar berwarna hitam yang kerap berkeliaran di sekitar permukiman warga.
Guna mencegah serangan kembali terjadi, terutama menjelang musim penjualan hewan kurban, warga kini kembali menggencarkan ronda malam di lingkungan masing-masing. (gun)






