BERITA SINGKAT
- Pedagang hewan kurban di Desa Jelegong mengurangi stok sapi dan kambing menjelang Iduladha 2026.
- Kondisi ekonomi masyarakat dan biaya perawatan ternak menjadi alasan utama pengurangan stok.
- Pedagang kambing yang biasanya menyediakan 120 ekor kini hanya mendatangkan 35 ekor.
- Pedagang sapi juga menekan stok dari 70 ekor menjadi sekitar 20 ekor.
- Pedagang berharap ada bantuan pemerintah untuk pemeriksaan kesehatan dan vaksin ternak.
RADARSUMEDANG.id, KUTAWARINGIN – Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, sejumlah pedagang hewan kurban di Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung memilih mengurangi jumlah sapi dan kambing yang dijual tahun ini.
Kondisi ekonomi yang belum stabil serta meningkatnya biaya perawatan ternak menjadi alasan utama para pedagang menekan jumlah stok hewan kurban.
Ujang (48), pedagang kambing kurban di Desa Jelegong mengatakan, biasanya dirinya mampu menyediakan lebih dari 120 ekor kambing selama musim kurban. Namun tahun ini ia hanya berani mendatangkan sekitar 35 ekor kambing.
“Sekarang pembelinya tidak sebanyak dulu. Banyak yang datang lihat-lihat saja, tapi belum tentu jadi beli. Karena itu saya tidak berani banyak stok,” ujar Ujang saat ditemui di kandangnya, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat sangat berpengaruh terhadap penjualan hewan kurban tahun ini. Sejumlah pelanggan tetap yang biasanya membeli kambing sendiri kini memilih patungan atau menunda berkurban.
Selain daya beli yang menurun, para pedagang juga mengeluhkan meningkatnya biaya perawatan hewan. Untuk menjaga kondisi ternak tetap sehat, mereka harus membeli vitamin, obat-obatan hingga vaksin dengan biaya yang tidak sedikit.
“Sekarang biaya vitamin sama vaksin mahal. Tapi mau tidak mau harus dibeli supaya kambing sehat dan pembeli percaya,” katanya.
Hal serupa disampaikan Dadang (53), pedagang sapi kurban asal Desa Jelegong. Tahun lalu dirinya mampu menjual sekitar 70 ekor sapi, namun tahun ini jumlah yang disediakan hanya sekitar 20 ekor.
“Takut rugi kalau terlalu banyak. Pakan mahal, perawatan juga besar. Apalagi sekarang orang lebih selektif beli hewan kurban karena takut penyakit,” ujarnya.
Ia mengatakan, cuaca yang tidak menentu membuat kondisi hewan lebih rentan sakit. Karena itu, pedagang harus lebih sering melakukan pemeriksaan kesehatan serta menjaga kebersihan kandang.
“Kalau ada sapi kelihatan kurang sehat sedikit saja, pembeli langsung ragu. Jadi sekarang biaya perawatannya jauh lebih besar,” katanya.
Para pedagang berharap penjualan menjelang Iduladha masih bisa meningkat dalam beberapa pekan ke depan. Mereka juga berharap adanya perhatian pemerintah untuk membantu pedagang kecil, terutama dalam pemeriksaan kesehatan ternak dan bantuan vitamin maupun vaksin.
(kus)







