BERITA SINGKAT
- FKUB Sumedang memastikan kondisi kerukunan antar umat beragama di Sumedang tetap kondusif.
- Persoalan antar umat beragama disebut dapat diselesaikan di tingkat lingkungan dan keluarga.
- FKUB menggelar workshop tentang peran tokoh agama menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
- Kegiatan diikuti tokoh agama, organisasi keagamaan, hingga unsur pemerintah daerah.
- Workshop menghadirkan narasumber dari Kemenag, Polres, dan Kesbangpol Sumedang.
RADARSUMEDANG.id, KOTA – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sumedang memastikan tingkat kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Sumedang sejauh ini tetap terjaga dengan baik.
Ketua FKUB Sumedang, Dr. H. Syamsul Falah mengatakan, komunikasi yang terjalin baik antar umat beragama selama ini mampu menjaga situasi tetap kondusif serta mencegah konflik berkembang lebih luas.
“Alhamdulillah, selama ini manakala ada persoalan antar umat beragama bisa diselesaikan di tingkat keluarga atau lingkungan. Jadi sudah barang tentu tidak perlu sampai mencuat ke ranah yang lebih besar sehingga kerukunan umat beragama di Kabupaten Sumedang sejauh ini cukup kondusif,” kata Syamsul kepada sejumlah awak media di sela workshop FKUB Sumedang bertema Peran Strategis Tokoh Agama Dalam Memelihara Kerukunan Umat Beragama Menuju Generasi Emas Indonesia Tahun 2045 di Rumah Makan Ponyo, Sabtu (16/5/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi tokoh muda maupun tokoh senior untuk saling bertukar informasi serta mempererat hubungan antar umat beragama.
“Dengan seringnya silaturahmi dan kegiatan yang dibuat lebih santai, mereka bisa saling ngobrol dan bertukar informasi. Sehingga sebelum terjadi konflik biasanya dimediasi terlebih dahulu bersama FKUB dan pemerintah,” ungkap Syamsul.
Selain itu, dirinya menyebut kegiatan workshop dan silaturahmi tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai upaya memperkuat komunikasi lintas agama di Kabupaten Sumedang.
“Kegiatan FKUB ini khususnya silaturahmi dan workshop yang dilaksanakan satu tahun sekali. Kami mengumpulkan seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat dari berbagai agama, mulai dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha hingga Konghucu,” ujarnya.
Syamsul berharap workshop tersebut dapat meningkatkan pemahaman para tokoh agama dalam penanganan konflik, baik konflik antar umat beragama maupun intern umat beragama.
“Mudah-mudahan dari workshop ini menambah pengetahuan terutama dalam hal penanganan konflik keagamaan, sehingga situasi di Kabupaten Sumedang tetap aman, damai, dan masyarakat dapat merasakan kehidupan yang kondusif,” ucapnya.
Sebagai informasi, kegiatan tersebut dihadiri para tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan serta unsur pemerintah daerah.
Workshop menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama Kabupaten Sumedang, Polres Sumedang dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sumedang.
Adapun peserta yang hadir di antaranya Pengurus FKUB Sumedang, Pengurus Forum Pemuda Lintas Agama (Formula) Kabupaten Sumedang, perwakilan tokoh agama Katolik, Protestan, Hindu, Buddha dan Konghucu, pengurus Majelis Ulama Indonesia, ICMI Orda Sumedang, Nahdlatul Ulama, Syarikat Islam, Persatuan Islam, Muhammadiyah, Persatuan Ummat Islam, LDII, serta perwakilan penyuluh agama dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Sumedang.
(jim)





