Jalur Pendakian Gunung Puntang Ditutup Sementara Pascamahasiswa ITB Hilang

oleh
Jalur pendakian gunung puntang Kabupaten Bandung

BERITA SINGKAT

  • Jalur pendakian Gunung Puntang via Base Camp Pasir Kuda ditutup sementara.
  • Penutupan dilakukan pascainsiden hilangnya mahasiswa ITB saat pendakian.
  • Pengelola menyebut penutupan dilakukan untuk evaluasi dan pembenahan pengelolaan.
  • Jalur Pasir Kuda dikenal ramai karena medan relatif landai dan aman.
  • Mahasiswa ITB yang sempat hilang sebelumnya ditemukan selamat setelah tersesat.

SOREANG – Jalur pendakian melalui Base Camp Pasir Kuda di kawasan Gunung Puntang ditutup sementara pascainsiden hilangnya seorang mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) saat melakukan pendakian.

Penutupan dilakukan sejak Rabu (13/5/2026) atas rekomendasi pihak kepolisian setempat sambil menunggu proses evaluasi dan pembenahan administrasi pengelolaan jalur pendakian.

Pengelola Base Camp Pasir Kuda, Ujang Taruna mengatakan, pihaknya mengikuti keputusan penutupan sementara demi keamanan para pendaki.

“Ditutup sementara pascakejadian kemarin. Jadi base camp ini dievaluasi dulu. Kami juga tidak menampik ada banyak kekurangan,” ujarnya, Minggu (17/5/2026).

Berdasarkan pantauan di lokasi, seluruh bangunan base camp tampak tertutup dan tidak beroperasi. Bahkan sejumlah pendaki memilih kembali turun setelah mengetahui jalur pendakian belum dibuka.

Sebelum ditutup, jalur pendakian melalui Base Camp Pasir Kuda dikenal cukup ramai digunakan pendaki karena dianggap memiliki medan yang relatif landai dan aman untuk menuju Puncak Pasir Kuda maupun Puncak Mega di Gunung Puntang.

Menurut Ujang, jalur tersebut baru beroperasi sekitar dua tahun dan insiden hilangnya mahasiswa ITB menjadi kejadian pertama yang terjadi di kawasan tersebut.

“Kalau kata para pendaki, jalur ini relatif aman. Kejadian kemarin itu yang pertama,” katanya.

Ia menjelaskan, waktu tempuh menuju Puncak Pasir Kuda berkisar antara satu hingga tiga jam, sedangkan menuju Puncak Mega dapat mencapai enam hingga dua belas jam tergantung kondisi fisik dan pengalaman pendaki.

Selain melakukan pengecekan perbekalan, pengelola juga mengaku rutin mengingatkan pendaki agar tidak memaksakan diri apabila kondisi tubuh tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.

“Kami selalu mengingatkan pendaki agar memperhatikan kondisi fisik dan tidak memaksakan diri saat melakukan pendakian,” ungkapnya.

Sebelumnya, seorang mahasiswa magister ITB dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Puntang dan kemudian ditemukan selamat setelah tersesat sekitar delapan kilometer dari jalur awal pendakian Pasir Kuda.

(kus)

No More Posts Available.

No more pages to load.