BERITA SINGKAT
- Ribuan warga memadati kirab budaya Milangkala Tatar Sunda di Kota Bandung.
- Parade budaya berlangsung dari Kiara Condong hingga Gedung Sate.
- Wali Kota Bandung menyebut antusiasme masyarakat memicu kepadatan lalu lintas.
- Kirab menghadirkan pertunjukan budaya dari berbagai daerah hingga mancanegara.
- Gelaran budaya dinilai berdampak positif terhadap sektor wisata dan ekonomi Kota Bandung.
RADARSUMEDANG.id, BANDUNG – Lautan manusia memenuhi jalur kirab budaya dari kawasan Kiara Condong hingga Gedung Sate saat perayaan Milangkala Tatar Sunda digelar meriah sepanjang akhir pekan panjang, Sabtu (16/5/2026) malam.
Ribuan warga dan wisatawan memadati pusat Kota Bandung untuk menyaksikan parade budaya Sunda yang menghadirkan pertunjukan tradisional dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Antusiasme masyarakat yang begitu tinggi membuat sejumlah ruas jalan utama mengalami kepadatan kendaraan sejak sore hingga malam hari. Namun di tengah kemacetan yang terjadi, Pemerintah Kota Bandung menilai gelaran budaya menjadi momentum penting dalam mengangkat citra Bandung sebagai pusat wisata budaya di Jawa Barat.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengakui kepadatan lalu lintas tidak dapat dihindari karena besarnya animo masyarakat yang ingin menyaksikan kirab budaya secara langsung. Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada warga atas kondisi lalu lintas yang tersendat di sejumlah titik.
“Antusiasme warga begitu tinggi memenuhi jalur kirab mulai dari Kiara Condong sampai ke Gedung Sate,” ujar Farhan di Balaikota Bandung, Minggu (17/5/2026).
Farhan menjelaskan, pelaksanaan Milangkala Tatar Sunda bukan sekadar agenda hiburan tahunan, melainkan bagian dari upaya besar menghidupkan kembali identitas budaya Sunda di tengah perkembangan kota modern.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong seluruh daerah untuk kembali memperkuat akar budaya lokal melalui berbagai ekspresi kesenian dan tradisi masyarakat.
Farhan mengungkapkan, kegiatan budaya tersebut mengacu pada Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026 tentang Hari Kebangkitan Tatar Sunda. Sebelum mencapai puncak acara di Bandung, rangkaian kegiatan serupa telah digelar di delapan kota di Jawa Barat sebagai bentuk penguatan budaya daerah secara kolektif.
“Bandung dipilih menjadi lokasi puncak perayaan karena dinilai memiliki daya tarik wisata, infrastruktur kota, serta sejarah panjang sebagai salah satu pusat perkembangan budaya Sunda,” katanya.
Kehadiran ribuan wisatawan selama akhir pekan juga dianggap menjadi bukti wisata budaya masih memiliki daya tarik besar bagi masyarakat. Farhan menyebut jumlah orang yang berada di Kota Bandung selama libur panjang diperkirakan mencapai sekitar 3,5 juta orang.
“Lonjakan dipengaruhi oleh berbagai agenda besar yang berlangsung bersamaan, mulai dari kirab budaya, kejuaraan lari nasional, hingga agenda nonton bareng Persib yang menyedot perhatian publik,” ucapnya.
Salah satu daya tarik utama dalam rangkaian Milangkala Tatar Sunda ialah kirab budaya dengan panjang iring-iringan diperkirakan mencapai tiga kilometer. Parade dimulai dari kawasan Kiara Artha Park menuju Jalan Jakarta, Jalan Supratman hingga berakhir di kawasan Gedung Sate.
Sepanjang jalur kirab, masyarakat disuguhkan berbagai pertunjukan budaya tradisional yang menampilkan ragam kesenian Nusantara. Tidak hanya budaya Sunda, sejumlah peserta dari luar daerah hingga luar negeri turut ambil bagian dalam parade budaya tersebut sehingga menciptakan suasana festival yang meriah di pusat Kota Bandung.
“Di sepanjang Jalan Jakarta, Jalan Supratman sampai Gedung Sate ada tontonan menarik, kirab budaya dari seluruh Indonesia bahkan dunia,” kata Farhan.
Selain menjadi ruang pelestarian budaya, gelaran Milangkala Tatar Sunda juga memberikan dampak terhadap sektor ekonomi dan pariwisata Kota Bandung. Tingginya kunjungan wisatawan selama akhir pekan membuat hotel, pusat kuliner hingga destinasi wisata mengalami peningkatan aktivitas secara signifikan.
Di sisi lain, Kota Bandung juga menjadi tuan rumah kejuaraan nasional lari 10 kilometer yang merupakan bagian dari rangkaian lomba di empat kota besar Indonesia.
“Agenda olahraga semakin menambah mobilitas masyarakat dan wisatawan di sejumlah kawasan pusat kota,” ujarnya.
Farhan menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan selama akhir pekan panjang dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif. Ia juga mengajak warga Bandung menjadi tuan rumah yang baik bagi tamu dari berbagai daerah yang datang untuk menikmati suasana wisata budaya di Kota Kembang.
Keberhasilan Bandung menyelenggarakan berbagai agenda besar secara bersamaan memperkuat posisi Kota Bandung sebagai destinasi wisata unggulan berbasis budaya, hiburan, dan kreativitas masyarakat.
“Bandung kondusif, aman dan menyenangkan. Marilah menjadi tuan rumah yang baik,” katanya.
(dsn)





