Rumah Makan Abah Kenari Jadi Buruan Pecinta Kuliner Sunda dan Pembeli Hewan Kurban

oleh
Pengunjung saat menikmati hidangan di RM Abah kenari

BERITA SINGKAT

  • Rumah Makan Abah Kenari di Pamulihan ramai dikunjungi pencinta kuliner khas Sunda.
  • Menjelang Iduladha, usaha tersebut juga kebanjiran pesanan kambing dan sapi kurban.
  • Menu andalan rumah makan adalah ikan bakar etong dan nasi liwet khas Sunda.
  • Selain kuliner, lokasi usaha dilengkapi peternakan dan kolam pemancingan.
  • Abah Kenari berencana mengembangkan kawasan menjadi wisata kuliner dan camping ground.

RADARSUMEDANG.id, PAMULIHAN – Rumah Makan Abah Kenari yang berlokasi di Jalan Parakanmuncang Simpang KM 5 Nomor 9, Dusun Cibuntu, Desa Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, terus menjadi magnet bagi pencinta kuliner khas Sunda.

Menjelang Iduladha, tempat usaha milik Abah Kenari tersebut juga ramai oleh pemesan hewan kurban berupa kambing dan sapi.

Pemilik rumah makan, Abah Kenari mengatakan, usaha yang dijalaninya berawal dari hobi beternak yang telah digeluti turun-temurun dari keluarganya. Kecintaan tersebut kemudian berkembang hingga merambah ke dunia kuliner dan wisata keluarga.

“Dari dulu saya memang suka beternak. Bahkan itu turun-temurun dari orang tua. Awalnya saya juga penghobi burung kenari dan breeding sejak 2009. Karena itu orang-orang memanggil saya Abah Kenari,” ujarnya kepada Radar Sumedang.

Nama tersebut kemudian dipakai sebagai identitas rumah makan yang mulai dibuka pada 2020. Awalnya, usaha itu dibangun untuk menemani sang ayah yang tinggal sendiri setelah ibunya meninggal dunia.

“Saya tinggal di Bandung dan orang tua di sini. Setelah ibu meninggal, bapak tinggal sendiri. Jadi awalnya rumah makan ini supaya bapak ada teman dan ada aktivitas,” katanya.

Seiring waktu, rumah makan yang berada di kawasan berhawa sejuk itu berkembang pesat. Kini tersedia sekitar 25 menu andalan yang menjadi favorit pengunjung dari berbagai daerah.

Menu paling populer adalah ikan bakar etong, ikan laut khas Pantura yang jarang ditemukan di wilayah Sumedang. Selain itu tersedia paket nasi liwet lengkap dengan ayam bakar, ikan nila, jengkol, sambal, tahu tempe dan sayuran.

Tak hanya itu, pengunjung juga dapat menikmati aneka olahan entog, ayam bakakak kampung, sate sapi, sate kambing muda hingga gulai kepala kambing utuh yang menjadi menu spesial rumah makan tersebut.

“Orang banyak penasaran dengan ikan etong karena di daerah sini jarang ada. Setelah coba biasanya balik lagi,” ucapnya.

Abah Kenari menuturkan kualitas rasa menjadi perhatian utama. Untuk menjaga konsistensi cita rasa, setiap menu memiliki takaran khusus dan rutin dievaluasi bersama tim dapur.

“Kita punya standar khusus supaya rasa tetap sama. Setiap minggu juga ada evaluasi,” katanya.

Selain kuliner, Abah Kenari juga mengembangkan usaha peternakan kambing dan sapi yang kini ramai dipesan masyarakat untuk kebutuhan kurban.

Menurutnya, permintaan hewan kurban mulai meningkat beberapa pekan menjelang Iduladha.

Tak berhenti di situ, kawasan usaha tersebut juga dilengkapi kolam pemancingan serta tengah disiapkan menjadi lokasi wisata kuliner dan camping ground. Bahkan sejumlah komunitas dan sekolah mulai melirik lokasi itu untuk kegiatan outbound.

“Ke depan kami ingin mengembangkan wisata kuliner di sini saja. Ada pemancingan, peternakan sampai rencana camping ground,” katanya.

Di tengah persaingan usaha kuliner, Abah Kenari menilai media sosial memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan usahanya. Banyak pelanggan datang karena melihat konten di TikTok maupun Instagram.

Ia pun berpesan kepada generasi muda agar tidak takut memulai usaha meski banyak tantangan menghadang.

“Kalau punya keinginan usaha, jalankan dulu. Nanti sambil berjalan akan kelihatan kekurangannya. Yang penting optimistis dan jangan mudah menyerah,” tandasnya.

(tha)

No More Posts Available.

No more pages to load.