Pemkot Bandung Uji Teknologi Kompos Pit, Target Kurangi Sampah 500 Ton per Hari

oleh
Produk hasil olahan sampah dari uji coba di Kota Bandung, siap dimanfaatkan untuk penghijauan kota, taman publik, dan lahan pertanian perkotaan. Inovasi ini diharapkan membantu mengurangi timbunan sampah hingga 500 ton per hari sekaligus mendukung lingkungan yang lebih bersih dan ramah.(Diwan Sapta Nurmawan/Radar Bandung)

BERITA SINGKAT

  • Pemkot Bandung mulai menguji teknologi pengolahan sampah kompos pit.
  • Metode tersebut ditargetkan mampu mengurangi timbunan sampah hingga 500 ton per hari.
  • Uji coba dilakukan selama 30 hari di sejumlah lokasi strategis Kota Bandung.
  • Kompos hasil pengolahan akan dimanfaatkan untuk penghijauan dan pertanian perkotaan.
  • Pemkot juga melibatkan masyarakat dalam edukasi pemilahan sampah organik.

BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meluncurkan uji coba teknologi baru pengolahan sampah kompos pit yang diklaim berpotensi mengurangi timbunan sampah hingga 500 ton per hari.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Bandung dalam menangani penumpukan sampah yang selama ini menjadi tantangan utama perkotaan sekaligus mendukung program pengelolaan sampah berbasis ramah lingkungan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, metode kompos pit akan diuji selama 30 hari penuh di beberapa lokasi strategis untuk menilai efektivitasnya dalam mengurangi volume sampah organik.

“Ini merupakan langkah inovatif kami untuk menekan timbunan sampah yang selama ini menjadi masalah serius. Kami menargetkan pengurangan hingga 500 ton per hari dengan metode ini,” ujar Farhan, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, selain uji coba kompos pit, Pemkot Bandung juga memodifikasi sistem pengangkutan sampah. Rute dan jadwal armada pengangkut diatur agar tidak terjadi penumpukan selama proses pengomposan berlangsung.

Farhan menjelaskan, metode kompos pit memanfaatkan teknologi pengomposan modern yang mampu mempercepat proses dekomposisi sampah organik menjadi kompos siap pakai.

Produk kompos tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk penghijauan kota, taman publik hingga lahan pertanian perkotaan.

Ia menegaskan, keberhasilan uji coba ini akan menjadi tolok ukur pengelolaan sampah Kota Bandung ke depan. Jika berhasil, metode tersebut akan diterapkan secara lebih luas di seluruh kecamatan guna mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Selain pengurangan sampah, metode kompos pit mampu menurunkan biaya operasional pengelolaan sampah. Volume sampah yang berkurang membuat penggunaan truk pengangkut, tenaga kerja, dan energi juga bisa ditekan,” katanya.

Farhan mengungkapkan, Pemkot Bandung melibatkan tim teknis dari Dinas Lingkungan Hidup serta konsultan lingkungan untuk memantau setiap tahapan uji coba.

Pengukuran volume sampah sebelum dan sesudah pengomposan dilakukan secara ketat agar hasil evaluasi dapat menjadi dasar pengembangan program ke depan.

Menurutnya, kompos pit bukan hanya solusi teknis, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat terkait pentingnya pemilahan sampah organik dari rumah.

“Dengan melibatkan masyarakat, kami berharap warga bisa ikut mengurangi sampah dari rumah dan belajar memisahkan sampah organik agar kompos pit berjalan maksimal,” ucapnya.

Farhan mengatakan evaluasi rutin akan dilakukan setiap minggu selama masa uji coba berlangsung. Pemkot Bandung juga akan menyesuaikan metode berdasarkan hasil temuan di lapangan.

“Jika hasilnya positif, kompos pit akan diterapkan di seluruh wilayah Bandung, terutama di kawasan padat penduduk yang selama ini menjadi sumber sampah organik terbesar,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap disiplin membuang sampah sesuai jenisnya, baik organik, non-organik maupun residu.

“Kesuksesan pengurangan sampah ini sangat bergantung pada partisipasi warga. Sampah organik yang dipisahkan di rumah akan langsung masuk ke pit dan menjadi kompos berkualitas,” ujar Farhan.

Melalui inovasi tersebut, Pemkot Bandung berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, nyaman, dan sehat sekaligus mendukung target kota hijau berkelanjutan.

(dsn)

No More Posts Available.

No more pages to load.