BERITA SINGKAT
- Pergerakan tanah terjadi di Desa Celak, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat.
- Empat rumah warga mengalami kerusakan akibat pergeseran tanah hingga 7 sentimeter.
- Sebanyak 32 warga terdampak bencana yang dipicu hujan deras dan kondisi tanah labil.
- Warga diminta waspada dan tidak membangun rumah di area rawan pergeseran tanah.
- Pemerintah kecamatan berkoordinasi dengan BPBD KBB untuk penanganan dan kajian lokasi bencana.
RADARSUMEDANG.id, GUNUNGHALU – Warga Kampung Legok RT 02/RW 04 dan Kampung Negla RT 03/RW 04, Desa Celak, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat, terdampak bencana pergerakan tanah yang terjadi pada Kamis (14/5/2026).
Akibat peristiwa tersebut, sebanyak empat rumah milik warga mengalami kerusakan pada bagian dinding dan lantai setelah terjadi pergeseran tanah sekitar 5 hingga 7 sentimeter.
Camat Gununghalu, Asep Haris Kosaman menjelaskan, bencana pergerakan tanah dipicu tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
“Selain akibat hujan, faktor lainnya adalah posisi area berada di kemiringan dan kondisi tanah yang labil,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).
Ia menambahkan, dampak bencana tidak hanya menyebabkan kerusakan rumah warga, tetapi juga memengaruhi kondisi puluhan masyarakat di sekitar lokasi kejadian. Tercatat sebanyak 32 warga terdampak akibat pergeseran tanah tersebut.
“Kondisi masyarakat saat ini kondusif walau ada beberapa rumah yang mengalami keretakan dinding maupun lantai dan sebagian rumah yang rawan sudah tidak ditempati,” ujarnya.
Pemerintah Kecamatan Gununghalu juga telah melakukan sosialisasi serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi pergerakan tanah susulan.
Selain itu, warga diminta tidak lagi melakukan pembangunan di kawasan rawan bencana dan diarahkan untuk menempati lokasi yang lebih aman.
“Kita telah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta diimbau untuk tidak lagi melakukan pembangunan di area yang rawan pergeseran serta diarahkan bagi warga terdampak dialihkan ke tempat tinggal yang lebih aman,” katanya.
Asep menegaskan, pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat untuk melakukan penanganan dan kajian terhadap lokasi bencana.
“Sampai saat ini kita sedang mengajukan ke BPBD kabupaten untuk dilakukan kajian karena melihat kondisi lokasi pergerakan tanah ada pergeseran segmentasi tanah,” tandasnya. (KRO)





