RADARSUMEDANG.ID, KOTA — Ratusan warga rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan sembako murah saat digelarnya operasi Gerakan Pangan Murah di area parkir Mall Pelayanan Publik Kabupaten Sumedang, Jumat (22/6). Bahkan, antrean sudah terjadi sejak satu jam sebelum kegiatan dimulai.
Warga tampak memadati lokasi untuk membeli kupon penukaran bahan pokok seperti minyak goreng dan telur ayam dengan harga lebih murah dibanding harga pasaran. Namun, panjangnya antrean sempat memicu kekesalan sejumlah warga lantaran adanya pembeli yang diduga menyerobot antrean.
Salah seorang warga, Neneng, mengaku kecewa karena harus menunggu lama namun antrean justru tidak tertib.
“Sudah antre dari pagi, tapi masih ada yang nyalip antrean. Jadi agak kesal karena kami sudah capek menunggu,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, pembelian dibatasi agar seluruh warga kebagian. Setiap orang hanya diperbolehkan membeli maksimal satu kilogram telur ayam, tiga botol minyak goreng kemasan, dan satu liter Minyakita.
“Mau beli minyak buat lebaran (Iduladha) sudah 2 jam belum dapat, saya rela antre lama karena sekarang di warung lagi pada mahal,” ujarnya.
Meski harus berpanas-panasan dan mengantre cukup lama, warga mengaku sangat terbantu dengan adanya Gerakan Pangan Murah di tengah naiknya harga kebutuhan pokok.
Pembeli lainnya, Ipah, mengatakan harga bahan pokok yang dijual jauh lebih murah dibanding di pasar.
“Harganya lebih murah, jadi sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari, apalagi sekarang harga di pasar sedang naik. Tapi belinya dibatasi, beras paling banyak 10 kilo,” katanya.
Dalam Gerakan Pangan Murah ini, telur ayam dijual seharga Rp24 ribu per kilogram, minyak goreng kemasan Rp15 ribu per botol, sementara Minyakita dijual Rp15.500 per liter, daging ayam Rp35 ribu per ekor, dan gula pasir Rp17.500 per kilogram.
Selain itu, panitia juga menyediakan berbagai kebutuhan pokok lainnya seperti cabai, bawang merah, bawang putih, tomat, wortel, kentang hingga terong yang dijual mulai Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per bungkus. Beras lokal dan beras SPHP juga dijual dengan harga Rp12 ribu per kilogram.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumedang, Tono Suhartono, mengatakan kegiatan ini digelar untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Iduladha.
“Gerakan pangan murah ini diadakan untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi daerah,” ujarnya.
Gerakan Pangan Murah tersebut digelar serentak di 24 kota dan kabupaten di Jawa Barat sebagai upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat serta mencegah terjadinya inflasi di daerah. (gun)






