RADARDUMEDANG.id, CIMALAKA — Dalam rangka menekan angka pengangguran dan mencetak wirausahawan baru di Kabupaten Sumedang, LKP Prestattif, Cimalaka resmi memulai Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) bidang Tata Boga tipe Silver 150 Jam Pelajaran (JP).
Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Disdik Sumedang, Elis Suprihatin Herliani yang mewakili Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang menyampaikan, Program strategis ini merupakan bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berdasarkan SK Nomor 34 Tahun 2026.
Yang mana LKP Prestattif Sumedang ditunjuk oleh kementerian untuk melatih 15 peserta terbaik dalam menguasai keterampilan spesifik, yakni Pastry & Bakery (Bakery & Street Food).
“Alhamdulillah untuk mendapatkan kepercayaan untuk menjalankan program PKW tipe Silver bukanlah perkara mudah, karena program ini menuntut tanggung jawab besar. Saya berharap LKP Prestattif mampu mencetak calon wirausahawan yang disiplin, kreatif, dan inovatif. Ini adalah jalan bagi mereka untuk mendapatkan penghidupan yang lebih layak,” kata Elis kepada sejumlah awak media di LKP Prestattif Cimalaka, Jumat (22/5/2026).
Penanggung Jawab Program, Ati Rohaeti, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kursus biasa, melainkan inkubator bisnis bagi anak muda.
“Kami mendidik dan melatih peserta agar siap berwirausaha. Mereka tidak hanya melahap teori, tetapi langsung terjun dalam praktik intensif agar mandiri secara ekonomi setelah lulus nanti,” ujar Ati.
Kendati kuota tahun ini terbatas hanya untuk 15 orang usia produktif (16-24 tahun), seleksi berlangsung ketat demi memastikan keberlanjutan program.
Ati menjelaskan bahwa ini merupakan kali kedua LKP Prestattif dipercaya pemerintah setelah sukses menyelenggarakan program serupa pada 2024.
Selain memberikan keterampilan teknis, program ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang tangguh, menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
“Selain memberikan solusi ekonomi bagi warga usia produktif yang belum bekerja. Harapan kami, pemerintah terus konsisten menggulirkan program seperti ini. Ini adalah solusi nyata untuk masyarakat yang keterampilannya belum sesuai dengan kebutuhan pasar,” jelas Ati. (jim)





