RADARSUMEDANG.id, KOTA — Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir meminta para tenaga kesehatan (nakes) yang bekerja di seluruh Puskesmas di Kabupaten Sumedang untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam upaya promotif dan preventif kesehatan.
Itu disampaikan Bupati Dony saat menghadiri sebuah kegiatan di Gedung Negara Sumedang, belum lama ini.
Menurutnya, keberadaan Puskesmas harus benar-benar dirasakan manfaatnya hingga ke tingkat rumah tangga masyarakat.
“Saya ingin Pemda melalui Puskesmas hadir sampai ke pintu rumah warga yang membutuhkan dengan promosi kesehatan dan upaya promotif preventif,” kata Dony.
Ia menegaskan, penguatan pelayanan kesehatan dasar menjadi salah satu kunci dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif. Menurutnya, daerah akan berkembang apabila masyarakatnya memiliki kondisi kesehatan yang baik.
“Karena saya lihat ketika turun ke lapangan, bagi saya kalau Puskesmas kuat maka masyarakat akan sehat dan kuat. Kalau masyarakat sehat dan kuat, maka daerah akan maju. Sebagai contoh, IPM Sumedang naik, maka indeks kesehatan masyarakat juga akan naik,” ujarnya.
Dony juga mendorong agar para tenaga kesehatan semakin aktif mengedukasi masyarakat mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Salah satunya melalui kegiatan cek kesehatan gratis (CKG) yang kini semakin sering dilakukan dalam berbagai kegiatan masyarakat.
Ia mengaku senang ketika di setiap kegiatan terdapat layanan kesehatan gratis bagi warga.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya, tetapi juga menjadi bahan data penting bagi pemerintah daerah.
“Dari cek kesehatan gratis itu bisa diketahui kondisi tensi darah, detak jantung, dan data kesehatan lainnya. Data itu nantinya masuk ke data tunggal pemerintah daerah untuk menjadi bahan pengambilan kebijakan,” ucapnya.
Melalui data tersebut, sambung Dony, Puskesmas dapat memetakan penyakit yang paling banyak dialami masyarakat di setiap kecamatan.
Dengan demikian, langkah promotif dan preventif dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran, terutama kepada warga yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
“Kalau sudah diketahui lima penyakit terbanyak di suatu wilayah, maka tenaga kesehatan harus aktif mendatangi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit tersebut agar penanganan dan pencegahannya lebih optimal,” terang Dony.
Selain penguatan pelayanan kesehatan, Dony juga menyoroti tren positif masyarakat Sumedang yang kini semakin gemar berolahraga secara mandiri. Menurutnya, budaya hidup sehat mulai tumbuh di berbagai kalangan, terutama generasi muda.
Ia mencontohkan aktivitas jogging dan jalan kaki yang kini ramai dilakukan masyarakat di kawasan Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS). Bahkan, aktivitas olahraga tersebut telah melahirkan komunitas-komunitas pejalan kaki atau walkers di sejumlah kecamatan.
“Saya senang jalan kaki dan lari di jogging track PPS termasuk bersama Sumedang Walkers. Mudah-mudahan ini bisa menginspirasi masyarakat bahwa kita membutuhkan tubuh yang sehat dengan pola hidup bersih dan sehat serta olahraga teratur,” ungkap Dony.
Oleh sebab itu, tren olahraga yang semakin masif tersebut menjadi bagian penting dalam membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat. Dony berharap semangat hidup sehat itu terus tumbuh dan menjadi kebiasaan baru masyarakat Sumedang di berbagai lapisan usia.
“Ini bagian dari pola hidup bersih dan sehat yang harus terus kita dorong bersama,” pungkas Dony. (jim)





