BERITA SINGKAT
- Truk tangki bermuatan Pertalite dan solar terbakar di Tol Cisumdawu KM 207 wilayah Kecamatan Conggeang.
- Kebakaran terjadi saat jalur tol memberlakukan sistem contra flow pada Kamis (4/6) siang.
- Empat unit mobil pemadam dari Sumedang dan satu unit dari Majalengka diterjunkan ke lokasi.
- Diduga kebakaran dipicu panas berlebih pada rem belakang yang menyebabkan ban terbakar.
- Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp3,2 miliar.
RADARSUMEDANG.id, CONGGEANG – Satu unit truk tangki bermuatan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan solar terbakar hebat di ruas Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), Kamis (4/6) siang. Peristiwa tersebut terjadi saat jalur tol tengah memberlakukan sistem contra flow.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di Kilometer 207 jalur Bandung menuju Cirebon, tepatnya di wilayah Desa Babakan Asem, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang.
Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, kobaran api terlihat melalap seluruh bagian kendaraan hingga menyebabkan arus lalu lintas di lokasi sempat lumpuh total. Peristiwa itu juga mengundang perhatian para pengguna jalan yang melintas.
Petugas gabungan segera melakukan penanganan guna mencegah api merembet lebih luas serta mengamankan arus kendaraan di sekitar lokasi kejadian.
Danpos Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Sumedang, Yanyan Herdiana, mengatakan pihaknya mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran untuk menjinakkan api. Proses pemadaman juga mendapat bantuan satu unit kendaraan pemadam dari Kabupaten Majalengka serta pasokan air dari BPBD dan pengelola Tol Cisumdawu, CKJT.
“Untuk kebakaran tangki Pertamina yang berisi solar dan Pertalite, kejadian sekitar pukul 13.30 WIB. Kami mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran, ditambah bantuan satu unit dari Majalengka, serta dukungan water supply dari BPBD dan CKJT,” ujar Yanyan.
Menurutnya, proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung sekitar tiga jam. Meski menghadapi kobaran api besar akibat muatan BBM yang mudah terbakar, petugas berhasil mengendalikan situasi tanpa hambatan berarti.
“Kami melakukan pemadaman sekitar tiga jam berikut proses pendinginan. Alhamdulillah selama penanganan tidak ada kendala yang berarti,” katanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kebakaran diduga dipicu panas berlebih pada sistem pengereman bagian belakang kendaraan. Kondisi tersebut menyebabkan ban terbakar dan memunculkan percikan api yang kemudian merembet ke tangki BBM.
“Diduga berasal dari panas rem belakang yang menyebabkan ban terbakar. Setelah itu muncul percikan api dan merembet ke tangki. Dalam proses penanganan, kami juga dibantu petugas Lalu Lintas dan PJR untuk melakukan penutupan jalan,” jelasnya.
Sementara itu, saksi di lokasi kejadian mengaku sempat mendengar satu kali suara ledakan sebelum api membesar dan menghanguskan kendaraan.
“Berdasarkan informasi dari saksi, awalnya terdengar satu kali ledakan. Kondisi kendaraan saat ini hangus terbakar,” tambah Yanyan.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Pengemudi truk tangki, Wawan Hermawan (37), warga Tasikmalaya, dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka-luka.
Akibat kejadian ini, kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp3,2 miliar. Aparat terkait masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
(gun)







