BERITA SINGKAT
- Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengajak masyarakat menikmati mangga Gedong Gincu yang sedang memasuki masa panen raya.
- Sentra produksi utama berada di Kecamatan Ujungjaya, Tomo, dan Jatigede.
- Kawasan Tolengas menjadi salah satu pusat pemasaran terbesar Gedong Gincu di Sumedang.
- Gedong Gincu dikenal memiliki aroma harum, rasa manis segar, dan kulit berwarna kemerahan saat matang.
- Lebih dari 50 persen pasokan Gedong Gincu yang beredar di pasaran berasal dari Kabupaten Sumedang.
RADARSUMEDANG.id, TOMO – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengajak masyarakat serta para pengguna jalan yang melintasi wilayah Kabupaten Sumedang untuk menikmati mangga Gedong Gincu yang saat ini tengah memasuki masa panen raya di sejumlah sentra produksi.
Ajakan tersebut disampaikan Dony saat melintas di kawasan Tolengas, Kecamatan Tomo, belum lama ini. Dalam kesempatan itu, ia menyempatkan diri berhenti dan membeli langsung mangga Gedong Gincu yang dijual para pedagang di sepanjang jalur nasional Sumedang–Majalengka–Cirebon.
“Di bulan Juni ini sedang musim panen Gedong Gincu. Saya mengajak masyarakat yang berkunjung atau melintasi Sumedang untuk menikmati mangga Gedong Gincu asli Sumedang yang terkenal dengan cita rasanya,” kata Dony sembari memilih buah mangga yang dijajakan pedagang.
Menurutnya, kawasan Tolengas merupakan salah satu pusat pemasaran terbesar mangga Gedong Gincu di Kabupaten Sumedang. Buah tersebut berasal dari sejumlah sentra produksi utama seperti Kecamatan Ujungjaya, Tomo, dan Jatigede yang selama ini dikenal sebagai penghasil mangga berkualitas.
Dony menjelaskan, pohon Gedong Gincu tidak hanya dibudidayakan di lahan perkebunan skala luas, tetapi juga banyak ditanam di pekarangan rumah warga. Selain untuk kebutuhan konsumsi keluarga, hasil panennya juga menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.
“Di beberapa kawasan seperti Kaleci, Kadulebak, Siuh, Cintajaya hingga Jembarwangi, masyarakat banyak menanam pohon Gedong Gincu. Buahnya dikonsumsi sendiri dan sebagian dijual untuk menambah penghasilan keluarga,” ujarnya.
Ia menambahkan, hamparan kebun mangga di wilayah Jatigede, Ujungjaya, dan Tomo menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pedesaan. Saat musim panen tiba, aktivitas perdagangan mangga meningkat signifikan dan mampu menggerakkan roda perekonomian lokal.
Pemerintah Kabupaten Sumedang, lanjut Dony, terus mendorong pengembangan komoditas Gedong Gincu melalui pembinaan petani, peningkatan kualitas produksi, serta perluasan akses pemasaran. Langkah tersebut dilakukan agar Gedong Gincu tetap menjadi identitas daerah sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan para petani.
“Saya berharap keberadaan Gedong Gincu tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Sumedang, tetapi juga mampu menarik minat wisatawan dan pengguna jalan untuk singgah, berbelanja, serta mengenal lebih dekat potensi pertanian unggulan Kabupaten Sumedang,” pungkasnya.
Mangga Premium Kebanggaan Sumedang
Mangga Gedong Gincu merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan Kabupaten Sumedang yang telah dikenal luas hingga pasar nasional bahkan ekspor. Buah ini memiliki ciri khas kulit berwarna kuning kemerahan menyerupai semburat gincu saat matang, dengan aroma harum yang kuat, daging buah tebal, serta perpaduan rasa manis dan sedikit asam yang menyegarkan.
Karakteristik tersebut membuat Gedong Gincu Sumedang memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan mangga dari daerah lain yang umumnya hanya menawarkan rasa manis. Keunikan aroma dan cita rasanya menjadikan Gedong Gincu sebagai salah satu varietas mangga premium yang banyak diminati konsumen.
Berdasarkan data pelaku usaha dan kelompok tani setempat, lebih dari 50 persen pasokan mangga Gedong Gincu yang beredar di pasaran berasal dari Kabupaten Sumedang. Kondisi geografis serta karakter tanah di wilayah utara dan timur Sumedang dinilai sangat mendukung pertumbuhan pohon mangga sehingga menghasilkan buah dengan kualitas yang khas.
(jim)







