“`html
BERITA SINGKAT
- SMAN 1 Sumedang menetapkan 384 calon siswa memenuhi syarat Program Sekolah Maung dari total 624 pendaftar.
- Jalur Kompetensi Akademik menjadi jalur dengan jumlah peserta lolos terbanyak, yakni 293 siswa.
- Pihak sekolah menegaskan seluruh proses seleksi dilakukan murni berdasarkan prestasi tanpa suap, gratifikasi, maupun intervensi.
- Tahun ajaran mendatang, SMAN 1 Sumedang membuka 12 rombongan belajar dengan kapasitas maksimal 32 siswa per kelas.
- Program Sekolah Maung akan mendapatkan penguatan kurikulum khusus sesuai petunjuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
RADARSUMEDANG.id, KOTA – SMAN 1 Sumedang (Smansa) sebagai pelaksana Program Sekolah Maung (Manusia Unggul) di Kabupaten Sumedang memastikan sebanyak 384 calon siswa dinyatakan memenuhi syarat dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Program Sekolah Maung. Jumlah tersebut berasal dari total 624 pendaftar yang mengikuti proses seleksi penerimaan.
Petugas PPID SMAN 1 Sumedang, Taryat Sudrajat, mengatakan hasil seleksi dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dan seluruh tahapan penerimaan dilaksanakan secara objektif berdasarkan prestasi masing-masing calon siswa.
“Adapun pada jalur Kompetensi Akademik Kejuaraan, seluruh 5 pendaftar dinyatakan memenuhi syarat sesuai kuota yang tersedia. Sedangkan pada jalur Kompetensi Non Akademik, sebanyak 77 siswa dinyatakan memenuhi syarat dari total 99 pendaftar dengan kuota 77 siswa,” kata Taryat saat ditemui Radar Sumedang, Senin (8/6/2026).
Berdasarkan hasil seleksi, pada jalur Potensi Akademik sebanyak 9 siswa dinyatakan memenuhi syarat sesuai kuota yang tersedia. Sementara pada jalur Kompetensi Akademik berdasarkan nilai rapor, sebanyak 293 siswa dinyatakan memenuhi syarat dari 502 pendaftar dengan kuota yang tersedia sebanyak 293 siswa.
Taryat menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara murni berdasarkan prestasi calon peserta didik, baik dari aspek akademik maupun nonakademik.
“Seleksi penerimaan peserta didik baru untuk Sekolah Maung ini betul-betul murni dari prestasi calon siswa itu sendiri. Baik akademik, nilai rapor maupun non akademik,” ujarnya.
Ia juga memastikan tidak ada praktik suap, gratifikasi, maupun intervensi dari pihak mana pun dalam proses penerimaan peserta didik baru tersebut.
“Kami tegaskan hari ini bahwa kami tidak menerima suap, gratifikasi ataupun iming-iming serupa untuk meloloskan siswa mana pun. Bahkan tidak ada intervensi dari siapa pun, termasuk yang memiliki kewenangan,” imbuhnya.
Menurut Taryat, panitia seleksi bekerja berdasarkan regulasi yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sehingga seluruh tahapan dapat berjalan profesional dan independen.
“Kami bersumber dari peraturan yang dikeluarkan oleh Disdik Provinsi Jawa Barat sehingga kami bekerja sangat tenang, tidak ada intervensi dari mana pun dan kami juga memiliki prosedur yang jelas dalam seleksi calon siswa,” ucapnya.
Untuk tahun ajaran mendatang, SMAN 1 Sumedang telah menetapkan jumlah rombongan belajar (rombel) sebanyak 12 kelas. Setiap kelas akan diisi maksimal 32 siswa, lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 36 siswa per kelas.
“Rombel di Smansa sudah diatur 12 rombel dan per rombel hanya 32 siswa. Karena memang bahan baku anak-anaknya juga istimewa dari potensi akademik dan non akademik,” terang Taryat.
Selain itu, Program Sekolah Maung juga akan mendapatkan penguatan kurikulum khusus. Namun, hingga saat ini pihak sekolah masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait implementasinya.
“Dari sisi kurikulum juga akan ada nilai plusnya, namun kami belum bisa menjawab lebih jauh seperti apa teknis pelaksanaannya karena belum ada instruksi lebih lanjut,” katanya.
Sebelumnya, selama empat hari masa pendaftaran SPMB, tercatat sebanyak 624 calon siswa mendaftar ke SMAN 1 Sumedang yang ditunjuk sebagai pelaksana Program Sekolah Maung di Kabupaten Sumedang. Meski program tersebut baru diluncurkan pada 18 Mei 2026, pihak sekolah hanya memiliki waktu beberapa hari untuk melakukan sosialisasi ke SMP dan MTs sebelum pendaftaran dibuka pada 25 hingga 29 Mei 2026.
(jim)
“`






