RADARSUMEDANG.ID, KOTA — Pemda Sumedang terus berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas data dan memperkuat kordinasi lintas sektor memperluas sumber pemberdayaan dan program yang dilaksanakan memberikan mangfaat kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kabupaten Sumedang masih sangat membutuhkan intervensi dari berbagai sumber pendanaan dan program pembangunan. Dengan kebutuhan perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang masih sangat besar dengan dukungan dari DPR RI dan pemerintah pusat dan provinsi menjadi sangat penting untuk mempercepat peningkatan kualitas hunian masyarakat,” kata Sekda Tuti Ruswati saat Rapat Fasilitasi dan Sosialisasi Program Pembangunan 3 juta Rumah Kemitraan Bersama DPR RI di Aula Tampomas, Kamis (11/6/2026)
Kegiatan diinisiasi Kementrian Dalam Negeri dan DPR RI dibuka langsung Direktur Sinkronisasi urusan Pemerintah Daerah Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementrian Dalam Negeri Suprayitno. Disaksikan langsung Anggota DPR RI dari Komisi II Ujang Bey.
Tuti berharap, Pemda Sumedang mendapat peluang lebih luas untuk mendapatkan dukungan program dan bantuan dalam penanganan Rutilahu yang jumlah kebutuhannya mencapai 90.174 unit.

“Dukungan tersebut akan menjadi investasi sosial yang sangat berharga dalam mewujudkan masyarakat Sumedang yang lebih sejahtera, mandiri dan berdaya saing. Setiap warga Sumedang berhak mendapatkan bantuan,” kata Tuti.
Tuti menyebutkan,n Sumedang mendapatkan kuota untuk perbaikanRutilahu dari program 3 juta rumah sebanyak 521 unit yang tersebar di seluruh Kabupaten Sumedang. “Kami mendapat kuota 521 unit. Untuk proses pembangunannya masih berproses,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia dari Kemendagri Vony Febriana Pratiwi Kasubdit Perumahan dan Kawasan Permukiman Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri menyebutkan, maksud dan tujuan kegiatan ini digelar untuk meningkatkan pemahaman pada pemerintah daerah dan masyarakat tentang kebijakan skema dalam mendukung hunian layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.(cwp)






