RADARSUMEDANG.id, TANJUNGSARI – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Jalan Raya Bandung–Sumedang, tepatnya di sekitar pertigaan Citali, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Sabtu (13/6) sekitar pukul 22.00 WIB.
Dalam insiden tersebut, seorang pelajar meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara seorang pelajar lainnya mengalami luka-luka.
Petugas medis Puskesmas Tanjungsari, Asep Norhidayat, mengatakan kedua korban merupakan siswa kelas XI SMK Yadika Tanjungsari. Keduanya sempat dievakuasi ke Puskesmas Tanjungsari untuk mendapatkan penanganan medis.
“Korban kecelakaan ada dua orang. Satu orang meninggal dunia di tempat kejadian perkara, sedangkan satu korban lainnya mengalami luka-luka di bagian kepala, tangan, dan kaki,” ujar Asep saat dikonfirmasi.
Korban meninggal dunia diketahui bernama DH (19). Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami benturan di bagian kepala serta luka robek pada kaki.
Sementara korban selamat, PRM (18), mengalami luka robek di kepala, tangan, dan kaki. Menurut keterangan petugas medis, kecelakaan diduga terjadi saat sepeda motor Yamaha RX-King yang dikendarai korban bertabrakan dengan sepeda motor lain yang melaju searah dari arah Bandung menuju Sumedang.
“Korban yang meninggal merupakan pengendara RX-King. Kendaraan yang terlibat diduga sepeda motor bebek matik dan setelah kejadian pengendaranya melarikan diri dari lokasi,” kata Asep.
Hingga berita ini diturunkan, identitas pengendara sepeda motor yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut masih belum diketahui. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan sekaligus memburu pengendara yang meninggalkan lokasi kejadian.
Sementara itu, warga setempat, Ramdan, mengungkapkan kawasan sekitar Gerbang Tol Pamulihan kerap menjadi lokasi berkumpulnya anak muda, terutama pada malam akhir pekan. Bahkan, menurutnya, aktivitas balap liar masih sering terjadi di kawasan tersebut.
“Kalau malam minggu biasanya banyak yang nongkrong di sekitar pintu tol. Kadang juga ada balapan liar. Memang sering ada patroli petugas, tapi mereka seperti kucing-kucingan. Saat petugas pergi, mereka datang lagi,” ujarnya.
Warga berharap pengawasan dan patroli di kawasan tersebut dapat lebih ditingkatkan guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas maupun aktivitas balap liar yang membahayakan pengguna jalan. (tha)







