RADARSUMEDANG.id, TANJUNGSARI – Momentum libur panjang sekolah membawa berkah bagi gelaran pasar rakyat di Lapangan Daya Taruna, Desa Jatisari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Sabtu (27/6).
Sejak sore hari, arena hiburan rakyat itu dipadati warga yang memanfaatkan waktu liburan bersama keluarga.
Langit cerah sore itu seolah menambah semarak suasana. Gelak tawa anak-anak bersahutan dengan dentuman musik dari berbagai wahana permainan seperti komidi putar, kora-kora, korsel, mandi bola, hingga wahana baru Rumah Hantu yang menjadi daya tarik tersendiri.
Penyelenggara pasar rakyat, Putra Padjadjaran Enterprise (PPJ), sengaja menghadirkan hiburan murah meriah sebagai alternatif rekreasi bagi masyarakat sekitar selama musim liburan sekolah. Tidak hanya anak-anak, remaja hingga orang dewasa pun turut memadati lokasi.
Salah seorang pengunjung, Nining (18), mengaku datang bersama temannya untuk menikmati suasana sekaligus bernostalgia mencoba wahana korsel. Menurutnya, lokasi baru di Lapangan Daya Taruna Jatisari memberikan pengalaman berbeda dibanding pasar malam sebelumnya di Alun-alun Tanjungsari.
“Ya lumayan lah, seru-seruan saja menikmati hiburan rakyat sekaligus nostalgia naik korsel,” ujarnya.
Ia menilai area yang lebih luas membuat pilihan wahana dan kuliner semakin beragam. Kehadiran Rumah Hantu pun menjadi salah satu wahana baru yang menarik perhatian pengunjung.
Hal senada disampaikan Herman (45), warga setempat yang datang bersama keluarganya. Ia memanfaatkan hari libur kerja untuk mengajak anak-anak menikmati hiburan dengan biaya terjangkau.
“Kebetulan saya libur, anak-anak juga libur sekolah. Hari ini cuaca cerah sangat mendukung kami menikmati hiburan bersama keluarga yang murah meriah,” katanya.
Meski demikian, Herman berharap keamanan dan ketertiban selama pasar rakyat berlangsung tetap terjaga agar seluruh masyarakat bisa menikmati hiburan dengan nyaman.
Pemilik PPJ, Dini, menjelaskan perpindahan lokasi pasar rakyat ke Desa Jatisari dilakukan karena Alun-alun Tanjungsari tengah menjalani perbaikan. Namun, perpindahan itu justru membawa dampak positif.
Menurut Dini, proses perizinan dan persiapan teknis berjalan lebih lancar, sementara area yang lebih luas memungkinkan penambahan wahana baru serta memberi ruang lebih banyak bagi pelaku UMKM.
“Saya sangat bersyukur, dengan digelarnya pasar rakyat seperti ini makin banyak pihak yang terlibat. Secara ekonomis tentu bisa langsung menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya kepada Radar Sumedang.
Ia menambahkan, dampak ekonomi sudah terasa. Pemuda Karang Taruna setempat memanfaatkan lahan kosong sebagai kantong parkir resmi, sementara pedagang lokal ikut meramaikan lapak dengan berbagai produk makanan dan kerajinan.
Rencananya, pasar rakyat di Lapangan Daya Taruna Jatisari akan berlangsung selama satu bulan penuh dan menjadi salah satu destinasi hiburan keluarga yang ramah di kantong selama musim liburan sekolah. (tha)






