RADARSUMEDANG.id, PAMULIHAN – Ibu-ibu pengajian gabungan dari Desa Citali dan Desa Ciptasari kembali menunjukkan kepedulian sosial dengan menggelar santunan bagi 83 penerima manfaat yang terdiri dari anak yatim piatu dan kaum jompo di Masjid At-Taufik, Dusun Citali, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang. Kamis (02/06).
Kegiatan yang rutin digelar setiap bulan Muharram itu menyalurkan bantuan kepada 33 anak yatim piatu dan 50 warga jompo. Masing-masing anak yatim menerima santunan sebesar Rp360 ribu, sedangkan warga jompo mendapat Rp160 ribu.
Ketua panitia, Kokom, mengatakan dana santunan bersumber dari kas pengajian gabungan serta sumbangan para donatur yang selama ini konsisten mendukung kegiatan sosial tersebut.
“Alhamdulillah kegiatan ini bisa terus berjalan setiap tahun. Mudah-mudahan ke depan jumlah santunan maupun penerimanya bisa terus bertambah,” ujar Kokom dalam sambutannya.
Menurutnya, santunan ini menjadi agenda rutin tahunan yang tidak hanya bertujuan membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga memperkuat rasa kepedulian sosial dan kebersamaan antarwarga.
“Kedepan kegiatan sosial ini dapat lebih sering dilaksanakan, tidak hanya setahun sekali, tetapi bisa tiga bulan sekali, enam bulan sekali, bahkan setiap bulan apabila dukungan dari para donatur terus meningkat,” ucapnya.
Kokom menjelaskan, pengajian gabungan ibu-ibu sendiri dilaksanakan secara rutin setiap pekan secara bergilir di sejumlah masjid. Pekan pertama digelar di Masjid Nurul Huda Desa Ciptasari, pekan kedua di Masjid Awaliyatul Huda, pekan ketiga di Masjid Al-Barokah, pekan keempat di Masjid Al-Ikhlas, dan pekan kelima di Masjid At-Taufik Desa Citali.
“Setiap pengajian selalu ada kotak yang memang dikhususkan untuk santunan anak yatim dan jompo,” katanya.
Sementara itu, DKM Masjid At-Taufik, Dede Muhtar, mengapresiasi konsistensi ibu-ibu pengajian yang selama ini istiqamah menggelar kegiatan keagamaan sekaligus sosial di lingkungan masjid.
Menurut Dede, pengajian rutin tersebut tidak hanya menjadi sarana syiar agama Islam, tetapi juga bagian dari upaya memakmurkan masjid.
“Semoga dengan kegiatan pengajian rutin ini, Masjid At-Taufik semakin ramai, semakin hidup dengan berbagai kegiatan keagamaan, dan menjadi pusat kebersamaan masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, pengasuh pengajian gabungan, Ustad Ujang Mujahidin, menegaskan pentingnya menyantuni anak yatim dan kaum jompo, terutama di bulan Muharram yang memiliki keutamaan besar dalam Islam.
“Tradisi berbagi yang telah berjalan selama ini bisa terus dipertahankan dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kepedulian sosial bukan hanya diwujudkan melalui bantuan materi, tetapi juga melalui perhatian, doa, dan kebersamaan antarwarga.
“Anak yatim dan orang tua jompo adalah amanah yang harus kita muliakan. Jangan sampai kita lalai terhadap mereka, karena di dalam perhatian kepada mereka ada keberkahan dan rahmat dari Allah SWT,” tandasnya. (tha)






