RADARSUMEDANG.id, TOMO — Pemerintah Kabupaten Sumedang terus memperkuat sektor pertanian melalui penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Hal itu ditandai dengan penyerahan combine harvester kepada Kelompok Tani Citele, Desa Tolengas, Kecamatan Tomo, usai kegiatan panen raya di areal persawahan seluas 20 hektare, Senin (6/7/2026).
Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir mengatakan, bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha tani sekaligus menambah pendapatan petani karena biaya panen dapat ditekan.
“Kalau biaya operasional panen berkurang, tentu pendapatan petani akan meningkat. Mudah-mudahan hasil panen juga semakin baik dan produksinya terus meningkat,” kata Bupati Dony dihadapan para petani.
Ia mengungkapkan, Kelompok Tani Citele yang beranggotakan sekitar 70 petani itu telah menyelesaikan panen musim tanam kedua. Selanjutnya, para petani berencana menanam komoditas palawija sesuai kesepakatan kelompok.
Ia meminta para petani tidak ragu berkoordinasi dengan UPTD Pertanian, pemerintah desa maupun kecamatan apabila menemui kendala di lapangan. Menurutnya, berbagai program pemerintah telah disiapkan untuk membantu petani meningkatkan produktivitas.
Adapun dirinya juga menyebut perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian di Kecamatan Tomo terus diperkuat melalui berbagai bantuan dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten Sumedang.
Bantuan tersebut meliputi pembangunan irigasi tersier, perpipaan, pompanisasi, benih, pupuk hingga alsintan.
“Bahkan Kecamatan Tomo menerima dukungan program pertanian dengan nilai sekitar Rp12 miliar. Ini menjadi bukti pemerintah hadir membantu petani agar produktivitas meningkat. Ketika produksi meningkat, ketahanan pangan nasional pun semakin kuat,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Dony juga mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar mulai mengantisipasi potensi kekeringan menyusul prediksi BMKG mengenai kondisi El Nino yang dapat mengurangi ketersediaan air untuk pertanian.
Menurutnya, pengalaman menghadapi musim kemarau pada tahun-tahun sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi. Persiapan pompanisasi, pemetaan sumber air, hingga pengecekan pintu-pintu irigasi harus dilakukan sejak sekarang, bukan ketika kekeringan sudah terjadi.
“Sekarang saatnya bersiap. Tentukan titik-titik pengambilan air yang paling memungkinkan untuk pompanisasi. Kalau satu titik tidak memungkinkan, cari titik lain yang lebih aman. Semua harus dipetakan sejak awal,” ucapnya.
Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam memetakan sumber air sehingga proses distribusi air ke lahan pertanian dapat dilakukan lebih efektif saat musim kemarau tiba.
Menurut Dony, Kecamatan Tomo merupakan salah satu sentra produksi pangan di Kabupaten Sumedang yang memiliki kontribusi besar terhadap ketahanan pangan daerah maupun nasional.
Karena itu, produktivitas pertanian di wilayah tersebut harus terus dijaga melalui kolaborasi antara pemerintah, penyuluh pertanian, pemerintah desa dan kelompok tani.
“Jadi selain mempercepat proses panen, keberadaan combine harvester juga diharapkan mampu mengurangi kehilangan hasil panen (losses), meningkatkan kualitas gabah, serta mengatasi keterbatasan tenaga kerja saat musim panen tiba. Dengan dukungan sarana, infrastruktur dan kesiapan menghadapi perubahan iklim, produktivitas pertanian di Kecamatan Tomo diharapkan terus meningkat dari musim ke musim,” katanya.
Pada kesempatan itu juga diserahkan berbagai bantuan program dari Kementan RI seperti pompa air, rehabilitasi jaringan saluran irigasi tersier, pupuk non subsidi untuk komoditas tembakau, hand sprayer, UV Dryer, mesin kompa air, bibit pohon, pupuk NPK hingga combine Harvester. (jim)







