RADARSUMEDANG.id, KOTA– Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di Kabupaten Sumedang. Kali ini, sekitar satu hektare lahan di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Palasari, Kecamatan Sumedang Selatan, hangus dilalap api pada Selasa (7/7) malam. Kebakaran diduga dipicu pembakaran sampah oleh warga atau puntung rokok yang dibuang sembarangan.
Kobaran api terlihat membakar lereng Gunung Palasari dari kejauhan dan sempat mengkhawatirkan warga karena lokasinya tidak jauh dari kawasan permukiman. Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 19.00 WIB.
Komandan Regu 3 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disamkarmat) Kabupaten Sumedang, Roni, mengatakan, setelah menerima laporan, pihaknya langsung mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran serta satu unit mobil tangki air milik BPBD Kabupaten Sumedang ke lokasi kejadian.
“Kami menerima laporan sekitar pukul 19.00 WIB. Tim langsung bergerak ke lokasi dengan dua unit mobil pemadam dan satu unit tangki air BPBD. Fokus kami adalah mencegah api meluas ke kawasan permukiman warga,” ujar Roni.
Upaya pemadaman melibatkan personel gabungan dari BPBD, Disamkarmat, TNI, Polri, PMI, serta masyarakat setempat. Namun proses pemadaman sempat mengalami kendala karena akses menuju titik kebakaran berupa jalan sempit dan berbukit, sehingga mobil pemadam tidak dapat menjangkau lokasi secara maksimal.
Meski demikian, setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api sehingga tidak meluas ke area yang lebih luas.
Roni menambahkan, berdasarkan dugaan sementara, kebakaran dipicu aktivitas pembakaran sampah oleh pemilik lahan. Namun, tidak menutup kemungkinan api berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan.
“Penyebabnya masih dugaan sementara, bisa dari pembakaran sampah atau puntung rokok. Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran terbuka maupun membuang puntung rokok sembarangan, terutama saat musim kemarau karena sangat berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, petugas mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, mengingat kondisi vegetasi yang kering membuat api lebih mudah menyebar.(gun)






