RADARSUMEDANG.id, UJUNGJAYA – Kehadiran Sekolah Rakyat di Desa Sakurjaya, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk keluar dari lingkaran kemiskinan.
Harapan tersebut disampaikan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat yang kini telah mencapai progres sekitar 87 persen. Pemerintah menargetkan seluruh fasilitas selesai dan siap digunakan pada September 2026.
Menurut Dony, Sekolah Rakyat bukan sekadar menghadirkan gedung pendidikan baru, tetapi menjadi bentuk nyata keberpihakan negara dalam memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anak untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.
“Anak-anak dari keluarga kurang mampu kini memiliki kesempatan menikmati pendidikan dengan fasilitas yang luar biasa. Ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan hak pendidikan yang setara bagi seluruh anak bangsa,” ujar Dony, Senin (6/7).
Bupati meyakini pendidikan yang baik akan menjadi bekal utama bagi generasi muda untuk memperbaiki taraf hidup mereka di masa depan.
“Boleh jadi orang tuanya belum beruntung, tetapi anak-anaknya memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik, lebih sukses, dan lebih sejahtera melalui pendidikan berkualitas,” katanya.
Saat ini, kata Dony, peserta didik masih menjalani proses belajar di Balai Latihan Kerja (BLK). Setelah pembangunan selesai, seluruh siswa akan dipindahkan ke kompleks Sekolah Rakyat yang baru, bersamaan dengan penerimaan peserta didik angkatan berikutnya sehingga jumlah siswa diperkirakan mencapai lebih dari 500 orang.
Sekolah Rakyat dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu dengan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari ruang kelas, asrama, ruang belajar, kantin, tempat ibadah, aula berkapasitas besar hingga sarana olahraga, termasuk lapangan sepak bola berstandar FIFA dan lapangan basket.
Dony memastikan pembangunan berjalan sesuai target sehingga seluruh sarana dapat dimanfaatkan pada tahun ajaran mendatang.
“Secara umum progres pembangunannya sudah mencapai 87 persen. Insyaallah pada bulan September semuanya sudah siap sehingga peserta didik bisa mulai belajar di sini dengan fasilitas yang sangat baik,” ungkapnya.
Di akhir peninjauan, Dony menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas program Sekolah Rakyat yang dinilai membuka akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat prasejahtera.
Ia berharap program tersebut mampu melahirkan generasi yang lebih berdaya saing sekaligus menjadi salah satu solusi nyata dalam menekan angka kemiskinan melalui peningkatan kualitas pendidikan. (gun)






