RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Sebanyak 28 mahasiswa dari 10 negara mengikuti program Sustainable Agriculture, Food, Aquaculture, and Resource Integration (SAFARI) yang berlangsung selama 10 hari, 6–16 Juli 2026, di Jatinangor, Bandung, dan Pangandaran.
Program yang diselenggarakan Direktorat Akademik melalui Kantor Urusan Internasional (KUI) Unpad dengan dukungan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk memperkuat jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan Unpad International Summer Program 2026.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, mengatakan program ini menjadi wujud komitmen Unpad dalam memperkuat kemitraan global, meningkatkan keunggulan akademik, serta menyiapkan pemimpin masa depan yang mampu menghadapi tantangan global melalui kolaborasi dan inovasi.
“Kami mendorong seluruh peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar, bertukar gagasan, membangun jejaring, menghargai perbedaan perspektif, sekaligus mengenal kekayaan budaya dan keramahan Indonesia,” ujarnya di Bale Santika Unpad, Jatinangor, Senin (6/7).
Menurut Zahrotur, salah satu target utama program tersebut adalah terbentuknya persahabatan dan jaringan profesional yang tetap terjalin meski kegiatan telah berakhir.
Direktur Akademik Unpad, Prof. Dr. Aliya Nur Hasanah, menjelaskan, peserta tahun ini berasal dari Indonesia, Tiongkok, Jepang, Pakistan, Thailand, Nigeria, Chad, Filipina, Polandia, dan Vietnam.
“Keberagaman latar belakang akademik maupun budaya dinilai menjadi modal penting dalam memperkaya pertukaran pengetahuan dan pengalaman lintas negara,” ujarnya.
Ia menambahkan, Program ini melibatkan kolaborasi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan, serta Fakultas Teknologi Industri Pertanian. Melalui pendekatan terintegrasi, peserta diajak mempelajari keterkaitan sektor pertanian, akuakultur, peternakan, teknologi pangan, dan lingkungan berkelanjutan.
“Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga pengalaman praktis serta perspektif internasional mengenai tantangan pembangunan berkelanjutan,” kata Aliya.
Sementara itu, Kepala KUI Unpad Anggia Utami Dewi, Ph.D., mengungkapkan, 28 peserta terpilih merupakan hasil seleksi ketat dari sekitar 200 pendaftar.
“Tahun ini penyelenggaraan mengusung fokus khusus pada agrokompleks dengan menghadirkan narasumber dari berbagai fakultas di Unpad serta akademisi dari Korea, India, Jepang, Polandia, dan Indonesia,” katanya.
Selama pelaksanaan program, peserta akan mengikuti rangkaian kuliah, diskusi, praktik lapangan, serta kegiatan budaya di sejumlah lokasi di Jatinangor, Bandung, dan Pangandaran. (tha)





