RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Koordinator SPPG Kecamatan Jatinangor bekerja sama dengan BNN Kabupaten Sumedang menggelar penyuluhan sekaligus tes urine bagi relawan SPPG se-Kecamatan Jatinangor di Aula Desa Cikeruh, Rabu (8/7).
Kegiatan tersebut menjadi langkah pencegahan dini untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Penyuluhan bertema “Tertib Lalu Lintas dan Bahaya Narkoba” itu dihadiri jajaran Forkopimcam Jatinangor, BNN Kabupaten Sumedang, serta para relawan SPPG.
Kegiatan digelar menyusul mencuatnya kasus salah seorang relawan SPPG di Jatinangor yang diduga terlibat transaksi obat terlarang beberapa waktu lalu.
Koordinator SPPG Kecamatan Jatinangor, Fakhri Firman Nursabari, mengatakan penyuluhan disertai tes urine merupakan bentuk komitmen menjaga integritas relawan dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Tujuan penyuluhan dan tes urine ini sebagai upaya deteksi dini untuk memastikan relawan SPPG dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat secara optimal,” ujarnya.
Fakhri menegaskan seluruh relawan juga wajib mematuhi standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. Menurutnya, setiap pelanggaran akan menjadi perhatian serius karena data relawan telah terintegrasi dengan berbagai instansi.
“Kita punya SOP. Ketika ada indikasi pelanggaran itu akan menjadi ancaman yang serius karena data bapak dan ibu sekalian sinkron dengan instansi-instansi lainnya,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh relawan saling mengingatkan dan menjaga nama baik organisasi. Menurutnya, setiap persoalan yang muncul akan berdampak terhadap citra seluruh relawan SPPG.
Sementara itu, Camat Jatinangor Endang Rohmayudi mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai relawan SPPG mengemban tugas penting sebagai bagian dari program nasional.
“Kita berkumpul di sini utamanya bersilaturahmi supaya hubungan kita lebih dekat,” katanya.
Endang menegaskan tugas relawan tidak sekadar menjadi pengemudi, petugas distribusi, atau mencuci perlengkapan makan. Lebih dari itu, mereka berperan menyiapkan generasi masa depan melalui penyediaan makanan bergizi dan berkualitas.
Kapolsek Jatinangor Kompol Rogers Thomas mengingatkan para pengemudi distribusi MBG agar mematuhi aturan lalu lintas.
Ia meminta setiap pengemudi memiliki SIM A serta melengkapi seluruh perlengkapan berkendara mengingat arus kendaraan di Jatinangor sangat padat dan rawan kecelakaan.
“Untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama bekerja, pengemudi harus membawa seluruh perlengkapan berkendara dan mematuhi aturan lalu lintas,” ujarnya.
Subkoordinator Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Sumedang Ahmad Suhud menjelaskan penyuluhan dan tes urine digagas sebagai respons atas kasus yang sempat viral di Jatinangor.
Menurutnya, BNN telah berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Sumedang untuk melaksanakan kegiatan serupa di seluruh kecamatan.
“Kita sudah bekerja sama dengan Korwil SPPG Kabupaten Sumedang untuk melakukan penyuluhan dan tes urine para relawan se-Kabupaten Sumedang,” katanya.
Ahmad mengungkapkan Jatinangor termasuk salah satu wilayah yang masuk kategori zona merah penyalahgunaan narkoba. Selain itu, wilayah tersebut juga menghadapi persoalan tingginya kasus HIV/AIDS.
“Angka HIV di Jatinangor cukup tinggi. Bahkan ada penderita HIV dengan usia termuda 12 tahun. Ini menjadi keprihatinan kita bersama,” ungkapnya.
Karena itu, BNN berharap edukasi dan tes urine terhadap relawan SPPG menjadi langkah awal memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkoba sekaligus mendukung keberhasilan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Sumedang. (tha).





